Buat “Sapimu” Menghasilkan Susu

Bakdrop-Berani.jpg

Banyak orang kerja asal kerja, tidak malu menerima gaji padahal miskin kontribusi. Banyak orang bisnis asal bisnis, bangga menyebar kartu namanya padahal bisnisnya “megap-megap” dan minim keuntungan. Dengan kondisi nilai tukar rupiah yang semakin melemah dan kehidupan semakin payah setiap orang bisa kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba. Para pebisnis bisa tiba-tiba mati suri, ibarat “sapi” yang dulu menghasilkan susu kini susunya tiada.

Segeralah sadar, bagi Anda yang karyawan pastikan “sapi” atau perusahaan tempat Anda bekerja masih bisa menghasilkan susu (keuntungan). Ketahuilah, susu yang baik dihasilkan dari “sapi” yang sehat. Gaji yang Anda terima menjadi menyehatkan bagi keluarga Anda apabila Anda berkontribusi terhadap sehatnya perusahaan.

Bagi yang pengusaha, segera benahi bisnis Anda. Membenahi bisnis itu terkadang memang menyakitkan. Tetapi tak perlu takut, karena sakitnya tidak menimbulkan kematian. Saat ini pun saya sedang membenahi salah satu bisnis saya. Terkadang saya menangis, jengkel, sakit hati, gemes menghadapi berbagai tantangan bisnis. Namun lebih banyak happy dan bertambah semangat saat memikirkan hasil yang berpeluang kami terima.

Banyak pebisnis mengalami kesalahan fatal. Pada awalnya bisnisnya melesat namun tiba-tiba terjerembab dan terlilit hutang tujuh turunan. Akhirnya, “sapinya” terpaksa disembelih daripada merepotkan. Sementara bagi pebisnis pemula, banyak yang sering galau dan bingung mengembangkan bisnisnya. Bisnis yang diharapkan menjadi “sapi perah” ternyata tidak mengeluarkan susu yang diharapkan.

Agar “sapi” Anda tetap menghasilkan susu yang berlimpah dan sehat maka pahamilah pondasi bisnis Anda. Apa itu? Pertama, definisikanlah dengan baik apa bisnis Anda. Banyak orang yang salah mendifinisikan bisnis. Saat ditanya apa bisnismu? Mereka menjawab “kuliner” atau “property” dan sejenisnya. Jawaban yang terlalu umum dan tidak mencerminkan aktifitas bisnis yang sesungguhnya inilah awal mula kebangkrutan bisnis.

Lho, kok bisa jadi awal mula kebangkrutan? Lalu apa pondasi lain yang menyebabkan “sapi” tidak menghasilkan susu? Mau tahu? Ikut saja acara “Berani Jadi Muliarder” Minggu, 23 Agustus 2015. Saya akan mengupas tuntas hal itu bersama para pembicara lain. Mereka adalah Bong Chandra, Valentino Dinsi, Dewa Eka Prayoga, pasangan ibu-anak (Mama-Wilson), pasangan suami istri pemilik Batik Trusmu (Sally dan Ibnu).

Segera daftar ya agar “sapi” Anda menghsilkan susu yang berlimpah dan sehat. Hubungi 0878-554-999-16.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

5 thoughts on “Buat “Sapimu” Menghasilkan Susu”

  1. isya says:

    Bener kek. Kadang saya sering lupa mendefinisikan “sapi” saya. Atau lebih tepatnya sapi saya kurang spesifik fungsinya. Saya ambil susunya, juga saya gunakan untuk membajak sawah dan terkadang yang sangat fatal adalah untuk bemper, dijadikan “anjing penjaga.”

    Dampaknya jadi berantakan.

    Terima kasih pesannya kek, saya akan jadwalkan untuk hadir…

    1. Jamil Azzaini says:

      Segera perbaiki…

  2. mahfudz RZ says:

    Semoga sukses acaranya.mm top

    1. Jamil Azzaini says:

      Aamiin yra

  3. daddy says:

    Saya kemarin hadir, semua pembicara sangat mengesankan terutama ditutup oleh Kek Jamil yang menggelegar..bagaimana kita harus punya vision dan mision dalam hidup sehingga hidup lebih bermakna.. yang belum tahu pertanyaan /self coaching/ yang disampaikan Kek Jamil yang membuat saya termenung apakah pekerjaan yang dijalani sekarang apa sudah sesuai dengan passion saya?

Leave a Reply

Your email address will not be published.