Bisnis Tak Hanya Sekadar Peluang

Risiko bisnis adalah rugi, bangkrut, dan kemudian ditutup. Pekan ini, salah satu usaha kecil kami yaitu toko pakaian, kami tutup. Alhamdulillah tidak meninggalkan hutang, hanya saja modal milik saya, istri dan dua anak saya tidak kembali utuh. Kerugianpun hanya beberapa ratus juta. Harta itu milik Allah, kita hanya diamanahi untuk mengelola. Saat harta itu diambil yang punya, maka ikhlaskanlah.

Ada beberapa kesalahan dalam bisnis toko pakaian ini yang menyebabkan merugi dan kemudian kami tutup. Sengaja saya tulis agar bisa menjadi pelajaran mendalam bagi saya dan para pembaca semua. Tidak ada maksud menyesal dan mengeluh, kami sangat memahami bahwa kerugian itu adalah risiko bisnis. Biasa saja, enjoy saja…

Kesalahan pertama, salah memberi nama. Toko ini awanya bernama Riani Busana. Apa kesan Anda membaca nama itu? Kebanyakan yang saya tanya menjawab, “Toko busana yang menjual baju orang-orang dewasa.” Padahal mayoritas yang dijual adalah busana untuk anak-anak.

Di perjalanan akhirnya namanya kami ganti Bocah Shop. Awalnya laris manis, namun di tengah perjalanan pengelola toko tergoda untuk membeli busana orang dewasa dengan alasan banyak yang meminta. Faktanya, yang minta hanya beberapa tetapi belinya dalam jumlah besar. Stok numpuk tak laku walau dijual obral sekalipun. Namanya Bocah Shop tetapi busana yang dijual banyak untuk orang dewasa.

Kesalahan kedua, merekrut karyawan karena ingin menolong bukan kompetensi. Apakah tidak boleh menolong? Tentu boleh, tetapi bila ingin dijadikan karyawan pertimbangan utamanya adalah kompetensi. Atau bila ingin menolong ya menolong saja tidak perlu ada embel-embel dipekerjakan. Jangan merasa “sok pahlawan” padahal itu merugikan. Orang yang dipekerjakanpun bisa stres karena bekerja tidak sesuai dengan kemampuannya.

Kesalahan ketiga, membuka bisnis hanya karena ada peluang. Ternyata, ilmu yang saya peroleh saat pelatihan kewirausahaan 11 tahun lalu yaitu “bila ada peluang bisnis segera ambil itulah pebisnis” tidak selamanya tepat. Peluang harus diimbangi dengan passion atau ketertarikan kita terhadap bisnis itu. Tanpa itu, bisnis sulit tumbuh bahkan bisa berujung kebangkrutan.

Saya sama sekali tidak tertarik dengan bisnis busana, istri saya juga hanya biasa-biasa saja. Dampaknya, sedikit sekali “sentuhan” tangan saya dalam bisnis ini. Bisnis yang penting jalan, tak ada kreativitas dan tak ada gairah. Bisnis hanya seolah mengisi kekosongan waktu namun tanpa visi yang jelas dan terarah.

Terima kasih ya Allah, Engkau telah mengamanahi kami 8 tahun untuk mengelola bisnis busana ini. Semoga menjadi amal sholeh bagi keluarga kami dan pelajaran berharga buat kami. Kami yakin, tak ada yang sia-sia yang kami lakukan selama kami selalu mengingat-Mu dalam semua aktifvitas. Kau-lah Pemberi Rezeki. Kau-lah yang Maha Tahu kehidupan terbaik bagi kami. I Love You, wahai Sang Maha Tahu…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


kisahInspiratif


Bagikan:

59 thoughts on “Bisnis Tak Hanya Sekadar Peluang”

  1. Ririn Rahayu says:

    benar ustadz bisnis itu harus dengan passion kita agar menjalaninya pun optimal, syukron udah berbagi pengalamannya ustadz

    1. Lani Soetomo says:

      Ikut setuju karena tanpa passion pasti daya tahan dan daya juang juga rendah sehingga tdk optimal jalankan bisnis.

  2. Alkautsar says:

    Semangat terus Kek Jamil!!! Allah selalu memberikan yang terbaik.

  3. Aulia Rahman says:

    inspiratif.. tetap semangat kek 🙂

  4. Pengen bantu menulis trik dan tips berjualan busana, tapi nulisnya itu yang susah. he..he… alhamdulillah bisa menjalankan bisnis busana, terutama busana muslim. Dulu saya juga tidak tertarik, tapi lama kelamaan, karena melihat kegigihan istri, saya jadi ikut semangat mulai menyukai bisnis busana ini… sukses selalu pak….

    1. ade isyanah says:

      ayo Pak dishare tips dan triknya. saya tunggu.. 🙂

  5. alhamdulillah bisnis jasa pendidikan yg kami jalani kini telah memasuki thn ke 5 kek. Bisnis ygmemang berawal dr passion & hobi thd dunia pendidikan anak. Yg membuat mereka mjd Berprestasi & Berbudi pekerti mjd kebanggaan tersendiri utk kami. Mohon doanya ya kek agar selalu istiqomah 🙂

    1. Keren, semoga semakin SuksesMulia ya

  6. kERIPIK BUAH 7Chipz says:

    tgl 7 maret 2013 kami memulai usaha ini, semoga dgn pengalaman kek jamil kami terhindar dr 3 point diatas. #SalamSuksesMulia #wiRABUsaha 🙂

  7. sury says:

    samma om…krn ‘menolong’…hehehe
    baru hari ini sy maw over contract kios. mudah2an ada yg minat,jd gak rugi2 amat…^^

    ※makasi y allah…barusan b’do’a minta asupan kekuatan,eh… ada “kawan…” SEMANGAT y om sekeluarga 😀

    1. Ayo tetap semangat

  8. Faisol says:

    Tak hanya peluang, harus ada passsion. Mantep kek,

    1. So pasti mas, salam SuksesMulia

  9. danangrahadi says:

    Tahun ini tahun kedua web bogaLOGO muncul, setelah sebelumnya gerilya. Terima kasih sudah memberi rambu2 yg pas.

    Peluang adl godaan demikian pesan salah satu guru

    1. Semoga terus maju dan mengantarkan Anda SuksesMulia

  10. amel says:

    sharing yg sangat berharga pak, nuhun..

  11. Andri Surya says:

    Terima kasih sharingnya Kek, sangat berguna bagi saya yang masih terseok-seok menjalan bisnis.
    Memang kadang tergoda peluang bisnis saat melihat orang lain tapi dengan banyak membaca saya mencoba fokus lagi, yang sesuai dengan passion tentunya.

    1. Yes, semangat terus ya, semoga semakin SuksesMulia

  12. Rendika says:

    memberikan perspektif lain yg lebih luas sebagai pertimbangan utk orang2 yg ingin membuka usaha. salah satu artikel terbaik yg pernah saya baca. Smoga Bpk dikuatkan dan diganti dgn Rezki yg lbh banyak oleh Allah SWT.

    1. Amin YRA, terima kasih ya

  13. OLGA says:

    Pak Jamil, terima kasih atas sharingnya. Pengalaman Bapak mirip yg saya alami sekitar th 2008 sd 2010, yg berbeda skala usahanya saja blm smpai ratusan juta rupiah. Saya yg tidak suka fashion dan assesories wanita malah sewa kios utk jualan baju krn lokasi kios dkt pabrik shg sy pikir banyak kryawan pabrik yg akan beli, ternyata tidak seindah yg dibayangkan. begitu pula karyawati yg sy tugaskan untuk menjaga toko pakaian, tas dsj ternyata tidak punya passion di bidang tsb krn orngnya pemalu dan pendiam. Dan yg lebh parah lg sy jarang memantau krn punya kesibukan aktivitas lain. Akhrnya th 2010 toko sy tutup. Pengalaman adalah guru yang terbaik…

    1. Insya Allah daat ganti yg lebih besar, salam SuksesMulia

    2. wayan kondriasih says:

      saya kejadian yang sama ditahun 2008 s/d 2010 akhirnya bangkrut juga dan tutup

  14. anissya says:

    inspiratif kek, terimakasih

  15. indra says:

    Usaha itu bukan hanya peluang yg diperhatikan tp passion… Mduhanmdhan usaha counter pls makin laris. Doain ya kdk.. Udah taun k3 alhamdulillah msh lncar.. Kalo yg br buka counter itu bukan musuh tp tman ya kek..

    1. helmi aderase says:

      justru masalah saya kesulitan mencari karyawan, beberapa kali buka cabang, kasusnya terima karyawan seadanya,jadi ya tidak bisa lanjut, ahirnya modal habis begitu saja, sudah berbagai macam cara saya pakai untuk rekrut karyawan, tapi sampai sekarang belum berhasil

    2. Langsung didoakan, salam SuksesMulia

  16. kurniawan says:

    terimakasih kek Jamil, jd tau untuk tidak ikut2an mencoba meniru bisnis kakak saya,,harus sesuai passion…terimakasih sekali lg kek Jamil.ingat selalu bahwa yg kita kerjakan adalah gak sia2.Allah lbh tau tentang hidup kita.aamiin

  17. dnur77 says:

    pelajaran yg berharga…pernah mengalami….tetap semangat…

  18. Ita says:

    Makasih sharingnya Kek..ternyata ilmu aja blum menjamin suksesnya bisnis kita ya kek..jadi pelajaran nih buat aq kalo nanti mau buka bisnis .. semoga bisnis2 berikutnya sukses ya Kek.. semangaatttss 🙂

  19. ///AJI says:

    Inspiratif kek, makasih sharingnya.

  20. Suma says:

    inspiratif, khususnya buat saya yang suka tergoda… 🙂

  21. Kiki Widianti says:

    Nah!

  22. sepertinya pernah baca ini di tulisannya dulu Pak…
    Sip, Refresh lagi…

    1. Belum pernah mas, saya pernah menulis usaha bangkrut yg konveksi bukan toko busana, hehehe. Ini fresh kejadiannya baru pekan ini

  23. Putri says:

    Keren banget! Bukan keren bangkrutnya, tapi keren karena Pak Jamil bersedia berbagi. Banyak di luaran yang gengsi dan menutup rapat alasan kegagalan mereka. Semoga segera diberi ganti yang lebih dan menggairahkan… Amiinnn Ya Rabb 🙂

    1. Amin YRA, tengkyu ya

  24. Dani Siregar says:

    Saya do’akan, semoga kedepannya Kek Jamil dapat yang lebih baik lagi dariNya. Aamiin. Aamiin. Aamiin..

    1. Amin YRA, terima kasih banyak, salam SuksesMulia

  25. Betul pak. Apapun bisnisnya, kita harus punya passion dlm bisnis itu, sehingga kita nggak cuma ngejar keuntungan tpi juga bermanfaat untuk orang lain. Bisnis yg lain aja pak, yg kira2 istri atau bapak sukai 🙂

  26. Jaka Perdana says:

    salam sukses mulia semua

  27. hendri says:

    Thank You So Much Ayahanda Rambu-rambunya..Semoga Berkah Allah SWT & Rasulullah SAW Selalu Bersama Kita Semua.

  28. zainal says:

    assalamualaikum, luar biasa kek. doakan agar kami terus bisa berjuang, karena jalan masih berliku.

  29. Deni Aryanto says:

    Assalamu’alaikum

    Saya juga pernah mengalami hal itu, saya pernah bisnis distro clothing serta bisnis rental studio musik, ternyata masing2 saya tutup.. karena tidak ada passion disana, dan karyawan bukan mengambil dari kompetensi, melainkan dengan dasar menolong.. sangat menginspirasi pa’ Jamil,,, salam sukses @MotivasiMandiri

    Wassalamu’alaikum

  30. nazma azzakya farhana says:

    Kagum sy kek 🙂 masih bisa berbagi meski dlm keadaan gagal,shingga bisa jdi satu masukan bagi yg lain,makelar rezeki yg sukses mulia,,

  31. heru nafi says:

    terimakasih ilmunya pakde.jadi ptunjuk arah mengingatkan gimana menjalankan usaha.

  32. ishak says:

    Makasih sharingnya om,smoga segra digantikan yg lbh baik..mhn doanya om,sy br buka usaha kuliner..

  33. Terimakasih, bacaanya sangat bermanfaat.

  34. Terima kasih pak, saya banyak belajar dari bapak..

    Banyak yang tanya kesaya kenapa saya memBangkrutkan perusahaan..dan berbuat senekat itu..

    Di setiap saya isi Seminar, Workshop, Coach saya selalu bilang bapak Inspirasi saya.. dan pak HT.

    Saya ingin SUKSES MULIA..

    Alhamdulillah dari keaadan Minus yang dalam.. sekarang saya sudah bangkit..dan saya juga tau siapa SAHABAT sejati.. dikala sulit itu.

    Ternyata Istri dan Keluarga tercinta..:((

    Teriring doa… Jazakallah.. sudah mengingatkan saya..

    maaf pak sy belum sempat menulis..:D

  35. arief says:

    Luar biasa pak jamil, walaupun anda masih mengalami kerugian tapi anda tetap bersifat lapang dada dan ikhlas menerima semua kenyataan yang ada.

    jangan pernah menyerah dalam melakukan sesuatu yang masih dijalan Allah. Tetap semangat

  36. yuanita says:

    Inspiratif. Doakan usaha yg saya tekuni saat ini terus berjalan lancar, berkembang dan barokah kek…” Terimakasih byk utk inspirasinya..

  37. Zakia says:

    Saya juga punya usaha grosir kaos muslimah, karena saya memang senang dengan kain2 dan senang menjahit.
    Makasih sharing pengalamannya Kek, inshaaAllah manfaat & jadi ladang amal dgn berbagi ilmu 🙂

  38. ade isyanah says:

    terima kasih kek, sharing pengalaman dan tipsnya sangat berguna

  39. wayan kondriasih says:

    Benar bisnis itu tidak berdasarkan peluang saja,saya juga mengalami hal yang sama tapi saya meniggalkan hutang yang banyak

  40. Tina says:

    Bisnis juga harus dilandasi passion ya kan kek?

  41. Ya ampuuunn.. makasih banyak kek jamil, sharing-nya..
    Tiap kalimat di atas aku baca sambil review perasaan, hati, dan pikiranku dengan usaha yang baru aku bangun 5 bulan ini..

    Alhamdulillah.. aku sangaaaattt mencintai usahaku ini kek..

    gimana yah?

  42. annas says:

    siip setuju, selama ini saya membuka bisnis hanya karena peluang…
    semoga segera kutemukan bisnis yang sesuai passion…
    minta doanya ya…

  43. annas says:

    tipsnya dnk…
    biar cepet menemuka passion kita

Leave a Reply

Your email address will not be published.