Bisnis Itu Ada Etikanya

testing.jpg

Saat menghadiri Pestawirausaha Tangan Di Atas awal bulan ini, tiba-tiba saya disodori brosur oleh teman saya. “Mas Jamil jadi icon bisnis di tempat ini sejak kapan?” tanyanya. Setelah saya lihat dan baca brosur tersebut, saya terkejut. Ternyata foto saya dipasang di depan banner institusi tersebut dijadikan alat promosi. Bukan hanya itu, logo perusahaan saya pun dicantumkan sebagai pendukung bisnis tersebut. Padahal sang founder dan pimpinannya tidak pernah meminta izin kepada kami.

Pagi ini, saya juga mendapat mention di twitter bahwa saya sudah menggunakan produk tertentu disertai foto saya “mejeng” dengan produk tersebut. Padahal, sang pemilik bisnis tidak pernah menghubungi apalagi meminta izin kepada saya. Menurut saya, cara-cara bisnis seperti ini sangat tidak beretika dan jauh dari keberkahan.

Di dunia training, ada juga trainer yang menggunakan materi dan metode training orang lain tanpa pernah meminta izin kepada sang pemilik. Memang menyebarkan ilmu itu kewajiban tetapi ada etikanya. Lagian malu ah, bila menyampaikan sesuatu hanya copy paste dari orang lain plus modifikasi sedikit saja.

Sebenarnya, tanpa diminta untuk mempromosikan produk atau jasa tertentu, saya dengan sukarela mempromosikannya apabila memang produk tersebut berkualitas dan brand lokal. Saya memang sudah berkomitmen untuk support produk lokal yang siap bersaing di pentas global. Semua saya lakukan dengan sukarela tanpa berharap bayaran.

Begitu juga kepada alumni Akademi Trainer, bagi mereka yang ingin menyebarkan ilmu dari buku-buku tulisan saya pribadi pasti saya izinkan. Syaratnya, ia meminta izin kepada saya dan harus pernah mendapat pembekalan dari saya serta ada hal-hal yang perlu disepakati bersama. Bukan untuk mempersulit tetapi ada standar mutu tertentu yang harus tetap dijaga oleh para trainer.

Sangat beda dampaknya Anda menampilkan foto atau testimoni seseorang atau menyampaikan materi orang lain dengan meminta izin dan tanpa meminta izin. Yang meminta izin itu punya etika dan yang tidak meminta izin itu tanpa etika. Bisnis dengan etika membuat Anda semakin percaya diri dan berdampak baik dalam jangka panjang. Sementara bisnis tanpa etika itu membuat Anda dijauhi oleh banyak orang. Sebab orang lain khawatir dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis Anda semata.

Pahami dan jalankan etika bisnis apabila Anda memang punya integritas dan rasa malu.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

30 thoughts on “Bisnis Itu Ada Etikanya”

  1. wiwik says:

    Setuju banget Pak Jamil

    1. Jamil Azzaini says:

      Terima kasih bu Wiwik….

  2. Mayang says:

    Astaghfirullah….
    Ternyata hal-hal baik (termasuk menyebarkan ilmu) bisa menjadi tidak baik saat caranya buruk (tanpa etika) #introspeksidiri

    Terima kasih sudah mengingatkan, Gurunda

    1. Jamil Azzaini says:

      Semoga berkenan menyampaikan materi terbaru saya A Tribute 🙂

  3. dinarapriyanto says:

    Makasih beh diingatkan…

    1. Jamil Azzaini says:

      Bagaimana persiapan tgl 26 April mas?

  4. Denny Dachlan - Sales Activator says:

    Setuju, Kek JA.. Malah Kek JA sudah sediain forum yg keren utk bs belajar sharing modul2 Kek JA, ya.. salah satunya melalui acara TBnC yg OK banget.. (bukan promosi lho..).
    Smoga Allah selalu memberikan kesehatan utk Kek JA agar bs terus meng-inspirasi dunia. Aamiin..

    1. Jamil Azzaini says:

      Aamiin, peluk

  5. ronald says:

    Assalamualikum pak jamil, sebelumnya sy minta maaf kalau sy jg salah satu orang yg mengcopy paste tulisan p jamil selama ini dan sy share tapi tanpa izin p jamil karena sy berfikir tulisan yg baik boleh disebarluaskan..dan ilmu yg ada di internet itu sdh milik ‘umum’ . Dlm ksmptn ini dengan gentle sy minta maaf kalau tdk izin slama ini mengcopy pastekan tulisan pak jamil..mudah2an dgn meminta maaf dan meminta izin u kedepan nya ini tulisan yg sy share menjadi keberkahan pak jamil.. salam hormat u guru dunia maya kami.. wassalamualaikum..

    1. Jamil Azzaini says:

      Wa’alaikumsalam, teruslah dishare mas, saya sangat senang. Yang tidak boleh menyebarkan tulisan orang tanpa menyebut sumbernya bahkan namanya diganti dengan nama dirinya. Hehehehe. Terima kasih selama ini sudah menyebarkan tulisan saya ya. Lanjutkan…

  6. Eri Cahari says:

    Terimakasih Beh sdh di ingatkan agar selalu menjaga etika dalam segala hal, ingin tahu bagaimana menjadi orang yang beretika ? ikuti saja program-programnya @Akademi_Trainer. 🙂

    1. Jamil Azzaini says:

      Hehehehehehe, peluk

  7. Darwoto says:

    Iya, kek.
    Kejadian ini bisa mengingatkan kita, calon pengusaha.
    Ingin mencari daya ungkit utk produk yang dijualnya.
    Caranya benar. Etikanya belum benar.

  8. soraya says:

    Setuju banget pak. sy pun sering mengalami hal yang sama. tapi sayangnya, jika sy protes malah dikatakan tidak ikhlas berbagi ilmu.. 🙁 🙁 🙁

  9. lia says:

    Terimakasih pak sudah diingatkan..

    Jujur kalo saya memakai mottto hidup #suksesmulia karena terinspirasi dari pak Jamil.. dan malah jadi inspirasi saya untuk menamakan PAUD & DTA saya dengn nama suksesmulia.. Gpp kan kek?

    1. Jamil Azzaini says:

      Silakan, jadikan #SuksesMulia menjadi life style 3)

  10. andy sukma lubis says:

    Satu materi babeh Jamil yang sering saya bawakan ketika berbagi inspirasi itu materi ON. Terima kasih untuk itu gurunda.

    Hari minggu nanti diminta teman2 alumni WBT15 untuk share tentang melukis slide dengan hati. Mencoba untuk menjaga etika dalam membuat slidenya. Agar tidak jadi menjiplak habis tanpa etika. Mudah2an pembelajaran yang dimiliki jadi manfaat melalui cara yang baik pula.

    Doakan selalu murid2mu kek…biar tetap bisa beretika dalam menjalani kehidupan.

    1. Jamil Azzaini says:

      Selalu senang para alumni Akademi Trainer menyampaikan ON. Ayo teruskan keahlianmu membuat “Quote” plus foto. Peluk dari jauh

  11. among kurnia ebo says:

    MenyimaK perbincangan tingkat tinggi para Suhu Trainer Indonesia… Gelas sudah ludes isinya…

    1. Jamil Azzaini says:

      Sambik nyate klathak 🙂

  12. Mas Nuz says:

    Etika memang kadang seringkali diabaikan. Apalagi di dunia tulis-menulis blog yang sedang saya geluti. Copy paste seolah menjadi ‘halal’ tanpa perlu sebutkan sumber/referensinya. Sesuatu yang menyakitkan bagi si empunya karya sebenarnya. Tapi ini lah realita. Kita hanya bisa ingatkan dan ingatkan saja. Sebab kalau kita urus sampai ke ranah hukum, justru akan menyita waktu kita.

    Salam hormat dari saya.
    @nuzululpunya

    1. Jamil Azzaini says:

      Hes..enjoy aza. Kita jangan niru, semoga menjadi pahala

  13. enhaka92 says:

    Setuju Pisaaan Kek

  14. faizal kamal says:

    Etika dalam Bisnis itu memang selalu jadi hal yg harus dijunjung tinggi…
    dengan etika maka pertumbuhan bisnis akan dengan dukungan dna ridho banyak orang 🙂
    terimakasih atas pencerahannya pagi ini beh….

    Makin jauh jarak pertemuan ,,,,., makin rindu padamu beh 🙂

    1. Jamil Azzaini says:

      Kapan kita ngobrol-ngobrol ya mas?

  15. mahfudz RZ says:

    Yg suka copy paste semoga ‘sadar’, bisnis itu beretika, yg tercopy semoga makiin sukses mulia… Mudah-mudahan kita semua selalu beretika dalam hal apa pun, terima kasih gurunda …. Peluuk

    1. Jamil Azzaini says:

      Peluk balik….

  16. Arfani says:

    mantap kek, makasih sudah mengizinkan saya untuk membawakan materi ON, dan saya selalu menyebutkan gurunda sebagai penulis & yang punya materi aslinya, biar ikut ketarik ngetopnya 🙂

    1. Jamil Azzaini says:

      Asyik, peluk…

  17. muh utsman says:

    Ijin share pak :v

Leave a Reply

Your email address will not be published.