Berubah atau Menjadi Barang Rongsokan

1. Hidup artinya berubah, berubah artinya menjadi dewasa, yang artinya membentuk diri tiada akhir (Henry Bergson)

Tafsirku: Tahun 2011 sebentar lagi berakhir. Cobalah duduk sejenak kemudian renungkan apa perubahan dalam hidup Anda yang sudah terjadi. Bandingkanlah kehidupan Anda dengan awal 2011. Apa perubahan-perubahan yang sudah Anda lakukan?

Waspadalah bila kehidupan Anda sama dengan awal tahun. Itu pertanda Anda tidak berubah dan bertumbuh. Ingatlah, setiap yang tidak berubah pada hakikatnya sudah menjadi barang rongsokan yang tidak laku.

Sebagai contoh, mungkin sebagian Anda mengenal pager, sebuah alat komunikasi satu arah khusus untuk menerima pesan secara mobile. Pager pernah sangat populer. Tapi sekarang produk itu sudah tak ada, sudah menjadi barang rongsokan, perannya sudah digantikan oleh hand phone yang bisa menjalin komunikasi mobile dua arah.

2. Hidup paling berat saat kita tidak memiliki beban apa-apa yang perlu kita pikul (Paul C. Mason)

Tafsirku: Banyak orang yang menghindar ketika ada tantangan baru. Mereka takut beban hidupnya bertambah bila mengambil tantangan itu. Mereka menganggap menghindari tugas dan tantangan baru itu akan meringankan hidup.

Padahal, bila Anda sering menghindar dari pekerjaan-pekerjaan yang menantang kehidupan Anda justeru akan semakin berat. Mengapa? Karena orang lain bertumbuh mampu mengikuti perkembangan zaman, sementara Anda diam di tempat. Anda tertinggal tetapi Anda tak sadar.

Ayo berkomitmenlah pada tahun 2012 melakukan banyak perubahan. Bersedia belajar hal-hal yang baru. Rela menginvestasikan dana untuk meningkatkan kualitas diri dan keahlian. Berani mengambil pekerjaan-pekerjaan yang menantang.

Bila Anda tak mau berubah, nasib Anda akan sama dengan pager atau produk-produk lain yang tak mau berubah. Anda akan menjadi barang rongsokan yang bernilai rendah dan dicampakkan di tempat sampah.

Ciri hidup itu adalah berubah dan bertumbuh. Jadi bila Anda hanya diam dan tak berubah, sesungguhnya Anda telah mati…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

18 thoughts on “Berubah atau Menjadi Barang Rongsokan”

  1. Anggit Setyaningsih says:

    Alhamdulillah.. Semenjak ktemu omJamil hidup sy bnyk yg brubah. Sgt bersyukur ^.^

  2. r budi r says:

    Jempol

  3. ihsan says:

    izin dishar pak jamil

  4. afif says:

    Berubah untuk sukses, hal yg wajib dilakukan..

  5. aannoe says:

    yang berubah baru umurnya :p

  6. AkbarLaksana says:

    Bener banged pak!

    InsyaAllah saya akan membuat pengkondisian yang lebih menantang dalam keseharian saya, agar hidup lebih berkah dan melimpah dengan sukses mulia.. 🙂

  7. ruli says:

    Salam Perubahan Om 😀

  8. wahyuning tirto dewi says:

    berubah tuk menjadi yang terbaik,,,,

  9. Yogya says:

    Jangan takut untuk berubah. Karna smua dunia ini jg perubahan, bahkan perubahan jg mengalami perubahan, ingat ada yang namany percepatan dan perlambatan/akselerasi dan deselerasi? Itu adalah perubahan dari perubahan. Bukan begitu pak jamil?

  10. uwi says:

    Jangan pernah berhenti belajar dan cepat puas dengan apa yang telah di dapat.

    jadi inget kata2nya Steve Jobs : Stay Hungry. Stay Foolish.

  11. shutrwin says:

    berubah!!!!!!!! 😀
    mjd lebih baik tentunya

  12. ardiansyah says:

    saya memilih berubah

  13. saya harus berubah kalau begitu…berubah menjadi lebih super..

  14. Moko says:

    makasih artikelnya pak Jamil.. artikel ini telah mengingatkan saya…

  15. kiswanto says:

    setiap saat,setiap detik selalu berubah,thanks kek jamil

  16. Tiara says:

    barang rongsok pun bisa didaur ulang,

    namun apakah kita bisa disamakan dengan barang rongsok?

    need to change now !!

  17. Azhar Ilyas says:

    Terima kasih telah mem-posting ini. Salam sukses mulia, Bapak…

Leave a Reply

Your email address will not be published.