Bertanggungjawab 100%

Ketika kita terlahir kedunia, jantung kita berdetak. Pertanyaan saya, pernahkan dia berhenti berdetak? Bila jantung berhenti berdetak, apa yang terjadi? Kita pasti akan meninggal. Begitulah jantung mengajarkan kepada kita untuk bertanggungjawab 100% atas tugas yang diberikan kepada kita. Begitupula kita harus bertanggungjawab 100%  terhadap hidup kita. Begitu kita berhenti bertanggungjawab 100% terhadap hidup kita, sesungguhnya kita telah mati.

Kapan kita tidak bertanggungjawab 100% terhadap hidup kita? Saat kita mulai menyalahkan orang lain. Ketika ada sesuatu yang tidak tuntas atau gagal, kita menyalahkan pimpinan, anggota tim, tidak ada dukungan dari berbagai pihak dan lain sebagainya. Saya jadi mengerti, mengapa sebagian besar orang gagal yang saya temui itu karena mereka memiliki kebiasaan untuk menyalahkan orang lain.

Ketahuilah, menyalahkan orang lain itu hanya membuang-buang waktu. Sebanyak apapun kesalahan orang lain yang Anda temukan, dan sebanyak apapun Anda menyalahkan dia, hal itu tak akan mengubah hidup Anda. Anda tak akan pernah mencapai kehidupan yang bahagia selama Anda memiliki kebiasaan menyalahkan orang atau hal lain sebagai penyebab kegagalan Anda.

Jika Anda ingin menjadi orang yang bahagia, Anda harus mengakui aturan ini:  Andalah yang mengambil tindakan, menciptakan pikiran dan perasaan, dan mengambil pilihan yang membawa Anda ke kondisi saat ini. Anda adalah pelakunya. Andalah yang memakan makanan yang tidak sehat sehingga penyakit menyerang Anda. Andalah yang tidak bisa berkata tidak, sehingga Anda tidak bisa menentukan prioritas pekerjaan.Andalah yang mengabaikan putra-putri Anda sehingga ia menjadi nakal dan tak terkendali.

Andalah pelakunya. Bertanggungjawablah 100% atas hidup Anda dan jangan lepas tanggungjawab dengan cara menyalahkan orang lain.

Salam SuksesMulia!

Follow saya di twitter @jamilazzaini

Bagikan:

5 thoughts on “Bertanggungjawab 100%”

  1. Buhori says:

    Perbuatan kita adalah tanggung jawab kita sendiri..
    Perbuatan kita akan di hisab,,, betul 3x 🙂
    Nice….

  2. haryadi says:

    Hidup di dunia ini tidak ada yg gratis, walaupun kata orang kita menghirup udara gratis…siapa bilang…Tuhan yang menciptakan itu dan kita wajib mengabdi kepadaNya, kalau tidak.. nanti ditagih di akhirat. wallahualam bisawab

  3. Sesungguhnya masing2 orang akan mempertanggungjawabkan dirinya sendiri, bukan org lain, bukan pula ia bertanggungjawab atas diri org lain.

  4. Ari Kuncoro says:

    Keluarga pun tanggung jawab kita 100 % , kalau kita hanya 50 % maka bersiaplah 50 % lagi akan diambil alih oleh orang lain atau lingkungan sekitarnya

  5. edi mulyadi says:

    Sangat setuju Pak Jamil…kalo ada kiat2 bagaimana lingkungan terkecil kita turut bertanggung jawab 100% mungkin bisa di share, terima kasih sebelumnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.