Berprasangka

Berhati-hatilah saat Anda berprasangka. Pikiran kita yang sering membuat kita mendapatkan apa yang kita inginkan…
 
Mari Kita Mulai…
Alkisah ada dua orang marketing hebat yang bekerja pada sebuah perusahaan sandal, kita sebut saja Jemi dan Reko. Jadi bos perusahaan itu ingin memasarkan produk sandalnya ke sebuah negara tertinggal, kita beri nama Aliba . Dan ternyata negara tertinggal itu belum mengenal namanya sandal, jadi sehari-hari penduduk itu tidak memakai alas kaki. Dipanggillah kedua orang marketing tersebut oleh Sang Bos secara bergantian, Jemi yang mendapat giliran pertama.
 
Bos : “Jemi, saya ingin memasarkan produk sandal itu ke Aliba. Bagaimana menurutmu?”
Jemi : “Wah Pak, kalo jual ke negara itu produk sandal kita tidak akan laku!”
Bos : ” Kenapa kamu bisa berbicara seperti itu?
Jemi : “Ya seperti yang kita lihat Pak, negara itu tertinggal sekali. Mana mungkin, penduduk negara itu membeli sandal kita”
Bos : “Hmmm Baiklah, Tolong panggilkan Reko..
 
Kemudian, Reko datang menghampiri sang Bos.
Bos : “Reko, saya ada niat untuk memasarkan produk sandal kita ke negara Aliba, bgaimana menurutmu?
Reko : “Hmmm.. negara itu memang negara tertinggal, tapi saya akan coba kesana untuk meninjau pasar disana”
Bos : “Baiklah, saya tunggu laporanmu..”
 
Akhirnya Reko pun berangkat ke Aliba untuk melakukan survey pasar disana. Dengan segala keahlian marketingnya, dia berhasil memasarkan sandal di negara tertinggal tersebut dengan mendapatkan respon pembelian yang sangat luar biasa. Akhirnya si Bos pun senang dan mengangkat Reko menjadi Manajer Marketing. Sementara, Jemi hanya menjadi karyawan marketing biasa.
 
Okee begtulah ceritanya, apa yang bisa kita ambil hikmah dari cerita tersebut?
 
Hmmm…
Menurut saya, Jemi gagal karena hanya mengandalkan pikirannya sendiri aja dan tidak mau menguji dengan mencobanya. Berapa banyak orang di luar sana, ketika mau mencoba sesuatu tidak jadi karena pikirannya sendiri?
 
Misalnya : “Ah saya ga mau ngajak kerjasama dia, dia mana mau kerjasama sama saya” atau “Orang kaya dia ga mau beli produk kita, percuma kita tawarin juga”

 
Nah yang seperti itulah yang bisa menghambat kesuksesan kita, mencoba itu ga akan dosa kok, tapi pikiran yang menghambat itu yang berbahaya buat kehidupan kita. Pikiran kita itu bukan kenyataan, pikiran kita itu seperti prasangka yang belum tentu kebenarannya. Semakin banyak mencoba, semakin besar tingkat keberhasilan kita.
 
Mencoba itu bagus banget. Jika muncul prasangka yang memang menghambat utuk mencoba, tanyakan pada diri sendiri apakah itu pasti terjadi sesuai prasangka kita? Padahal kita belum mencobanya?
 
Orang-orang hebat yang saya temui adalah orang yang bisa mengendalikan prasangka yang berasal dari pikirannya. Dulu saya juga sebelumnya sering dikuasai pikiran seperti itu, tapi sekarang saya terus berlatih perbaiki. Dan saya merasakan hasilnya, begitu banyak keajaiban dalam hidup ini ketika saya berhasil mengendalikan prasangka dari pikiran saya.
 
Pola pikir kita sangat menentukan masa depan hidup kita. Bukankah Allah sesuai dengan prasangka hambaNya?
 
Saya sudah mengalami perubahan yang menakjubkan setelah berhasil mengendalikan prasangka dari pikiran saya sendiri. Saya tidak memaksa Anda untuk mencoba hal ini, tapi jika ada sesuatu keajaiban yang Anda rasakan setelah bisa mngendalikan prasangka dari pikiran Anda. Tolong kabari saya bahwa Anda merasakan apa yang saya rasakan. Ini memang hal sepele, tapi jika kita bisa menjalankannya akan ada sesuatu perubahan yang bisa kta rasakan.
 
Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan saya ini,
Jika bermanfaat tolong sebarkan ke teman-teman yang lain.
Selamat mecoba 🙂
 
 
Salam,
Tulisan dikirim oleh Reza Wisnu Kusuma

Bagikan:

9 thoughts on “Berprasangka”

  1. Saya juga dalam tahap merubah diri dari perilaku buruk ini. Malu dalam menawarkan barang dagangan adalah penyakit awal bagi mereka yang baru memulai usaha.. tapi setelah di jalani dan mengubah sikap buruk itu (prasangka di tolak calon pembeli) alhamdulillah membawa perubahan yg besar dalam hidup. minimal tidak segan menyapa orang baru dan mengajak kenalan.. 🙂

    salam kenal Mas.. makasih atas inspirasinya 🙂

    Salam Sukses Mulia

    @SenyumSyukur

    1. Mas wantik says:

      Saya heran, koq setiap ada tulisan baru, yg comment pertama koq mesti @senyumSyukur? hehe

      1. alhamdulillah, jadwal online saya sama dengan jadwal muculnya tulisan.

        dan saya bisnisnya onlline, jadi harus ontime didepan laptop. 🙂

        @SenyumSyukur

  2. Mas wantik says:

    Jelas manfaat mas Reza. Seringkali kita terjabak dgn prasangka yg tdk baik kita sendiri. Minggu lalu sy dan tim ada game. Ada bungkusan box yg hrs dipindahkan dr peserta satu ke yg lain. Byk yg mengira bungkusan itu sesuatu yg tdk baik shg ketika peserta game menerimanya cepat2 dia melempar ke yg lain. Ternyata apa? Ternyata isinya hadiah yg menarik. Itu contoh prasangka yg tdk baik, ternyata salah yg diprasangkakan

    Makasih mas sharingnya, salam kenal dr Solo

    http://maswantik.com

  3. basith says:

    Tulisan nya mantab bek,spt qolqolah qubro dlm ilmu tajwid, kualitas isi tulisan nya hebat, menginspirasi utk berani mencoba, sampean ada talenta utk mjd inspirator selevel yai jamil,

  4. Andriansyah says:

    Tepat sekali…Ubah mindset menjadi berpikir positif jika ingin maju…jangan terjebak dalam kebodohan pikiran negatif…

  5. Mantap tulisannya Mas Reza.
    Moga selalu positif thinking & positif feeling.

    Maklum sy org Fi, harus bisa positif feeling. Dan berpikir positif unt jadi Trainer Parenting.

    Salam kenal dr Pontianak

    Syaifur Amuro

  6. maharida manindar says:

    Alhamdulillah, pencerahan baru lagi. Terima kasih

  7. iisitia says:

    Tertarik dengan kalimatini: “Bukankah Allah sesuai dengan prasangka hambaNya?”
    Boleh minta pencerahannya, maksudnya gimana?

Leave a Reply

Your email address will not be published.