Berpacu Menandingi Waktu

Share this
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares

SAMSUNG CAMERA PICTURESTidak terasa satu tahun sudah kita menjalani kehidupan yang akan berakhir dalam hitungan hari. Telah banyak masa yang kita lalui, sedih, gembira, bahagia dan kecewa. Kenangan-kenangan itu tentunya menjadi penghias dalam roda perjalanan hidup kita. Seolah menjadi bumbu penyedap dari sebuah masakan.
 
Bertambah tahun berarti pula bertambah umur kita walaupun pada hakikatnya umur kita berkurang. Satu hal yang menjadi pertanyaan, dalam perjalanan umur kita sudah bisakah kita menghitung tabungan kebaikan kita yang kita siapkan untuk menempuh perjalanan yang sangat jauh. Sebuah perjalanan menuju akhir dari sebuah kehidupan.
 
Banyak diantara kita yang tidak sadar bahwa dunia hanyalah jembatan dari satu masa kemasa yang lain. Kehidupan dunia tidaklah kekal tetapi hanya sementara. Janganlah mudah terjerumus dengan rayuannya yang memang menggoda setiap anak Adam.
 
Ditawarkannya kemewahan yang melimpah, istri dan suami yang cantik dan tampan nan rupawan, anak-anak yang lucu dan menyenangkan, serta jabatan yang menjanjikan.
 
Salahkah? Tidak ada sebuah kesalahan bagi kita untuk memiliki harta yang melimpah, istri dan suami yang cantik dan tampan nan rupawan, anak-anak yang lucu dan menyenangkan serta jabatan yang tinggi dan menjanjikan.
 
Satu-satunya kesalahan adalah jika dengan semua yang kita miliki itu membuat kita lupa dan jauh dari Tuhan sang penguasa tunggal. Kita lalai akan kewajiban sebagai hamba yang senantiasa harus memuja dan memujinya serta bersyukur kepadanya dengan meningkatkan nilai ibadah kita. Ingat, Tuhan tidak pernah melihat berapa banyak harta kita, seberapa tinggi jabatan kita dan seberapa cantik atau tampannya kita. Tuhan hanya melihat kita dari apa yang kita pesembahkan untuk-Nya.
 
Jadikan momentum akhir tahun sebagai media untuk instropeksi diri dan merancang pola hidup yang lebih baik di masa yang akan datang. Perbanyaklah amalan baik kita untuk menyongsong perjalanan kedepan.
 
Jangan pernah merasa puas dengan apa yang kita lakukan saat ini tapi bersyukurlah dengan apa yang kita miliki saat ini.
 
Janganlah kau siakan salah satu anugerah Tuhan yang tak akan pernah kembali, yaitu waktu. Pergunakan waktumu dengan sebaik mungkin. Kadang memang kita harus berlari memompa energi lebih, hingga mampu berpacu menandingi waktu. Ingat kata pepatah “ waktu bagaikan pedang” jangan sampai kita tertebas dengan pedang itu.
 
SELAMAT TAHUN BARU2 2014.
 
 
Tulisan dikirim oleh Arif Mustofa

Baca Juga  Mental Memaafkan Para Pemimpin

Share this
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares

8 comments On Berpacu Menandingi Waktu

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer