Bermula dari Kegalauan Saat Liburan

Akademi-Trainer-PublicSpeaking4Teens.jpg

Saya punya anak lima. Saya dan istri pernah kebingungan mengisi liburan bagi anak-anak. Kami lakukan berbagai cara agar anak menikmati liburan sekaligus mendapat banyak manfaat serta menambah bekal kehidupan. Kami mengemas liburan dengan tema-tema tertentu sehingga membuat liburan kami lebih bermutu. Apa itu cukup?

1. Jamil Azzaini memberikan materi pelatihan; 2. Aksi peserta PSFT yang makin berani dan antusias; 3. Muthia, penulis cilik terbaik 2011 yang bersemangat mengikuti PSFT batch 3

1. Jamil Azzaini memberikan materi pelatihan; 2. Aksi peserta PSFT yang makin berani dan antusias; 3. Muthia, penulis cilik terbaik 2011 yang bersemangat mengikuti PSFT batch 3

Ternyata tidak, akhirnya kami mencoba mengumpulkan anak dan keponakan untuk diberi training, mereka menginap di rumah. Materi training kami ambil dari buku yang saya tulis yang berjudul ON. Hasilnya? ternyata sangat mengagumkan. Anak dan keponakan kami prestasinya melesat sesuai dengan minatnya masing-masing. Menjadi juara di berbagai kompetisi yang mereka ikuti baik di dalam maupun luar negeri.

Akhirnya, program ini kami kembangkan untuk ditularkan ke banyak generasi muda khususnya yang SMP dan SMA. Saat saya mengembamgkan program ini, salah satu teman saya yang jagoan marketing mengatakan “jangan lakukan program ini mas, itu mengganggu icon dan positioning mas Jamil. Sampeyan iconnya di corporate dan bisnis bukan di anak-anak remaja,”

Sejujurnya saya sempat galau, perang batin antara kepentingan bisnis dan juga kepentingan sumbangsih saya untuk anak-anak negeri. Dan peperangan itu dimenangkan oleh nurani saya, kepentingan masa depan anak-anak remaja jauh lebih penting dibandingkan dengan kepentingan ego pribadi saya. Training yang kami beri nama Public Speaking for Teens (PSFT) terus berlanjut.

Melihat dan mendengar para alumninya meraih berbagai prestasi di berbagai bidang adalah kenikmatan tersendiri. Bahkan ada beberapa alumni yang akhirnya memberi inspirasi untuk kehidupan yang lebih baik bagi keluarga mereka, menyadarkan orang tuanya untuk hidup jauh lebih bermakna. Dan tentu, banyak alumni juga yang akhirnya mendorong orang tuanya untuk ikut training-training yang kami adakan, hehehe. Berkah tambahan dan bonus bagi kami.

Memang nama training kami Public Speaking for Teens (PSFT) tetapi yang diajarkan bukan sekadar cara berbicara di depan audiens. Jauh yang lebih penting dari itu adalah kami membantu mereka menyusun rencana hidupnya dengan tepat. Isi materi pelatihan, kami rujuk dari buku ON.

Para peserta akan menyusun rencana Move ON mereka dengan menetapkan visi yang menantang yang sejalan dengan passion mereka. Para peserta juga menyusun rencana aksi yang akan mereka lakukan dan tentu mereka kami tuntun untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan visi hidup mereka.

Di hari ketiga, saya meminta orang tua peserta untuk hadir di tempat training. Pukul 10.00 hingga makan siang para orang tua akan mendapat pembekalan parenting dari saya. Orang tua perlu kami libatkan karena kami menyadari bahwa keberhasilan training kami bukanlah di tempat training semata tetapi justeru setelah mereka di rumah.

Setelah mendapat pembekalan dari saya maka pada pukul 13.00 hingga sholat Ashar para orang tua akan mendengarkan presentasi rencana Move ON atau Life Plan buah hati mereka. Moment ini, adalah salah satu moment yang saya sangat rindukan dan saya sangat menikmatinya. Bila Anda tertarik informasi bisa Anda dapatkan di 0812-1632-0707 (mbak Wulan).

Semua anak dan keponakan saya, saya ikutkan juga di acara ini. Dan di PSFT kali ini, anak saya yang paling bungsu juga menjadi pesertanya. Berarti semua anak saya sudah ikut, habis tidak ada yang bisa menjadi pesertanya di tahun depan. Namun perlu Anda ketahui, walau anak saya sudah ikut PSFT semua, saya tetap mengadakan di tahun-tahun berikutnya.

Ya, saya ingin berkontribusi bagi lahirnya para pemimpin dan penghasil banyak prestasi dikemudian hari. Sentuhan “kecil” yang kami berikan saat mereka ikut PSFT semoga berdampak “besar” bagi kehidupan mereka dikemudian hari. Doakan kami dengan sepenuh hati.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

5 thoughts on “Bermula dari Kegalauan Saat Liburan”

  1. bekti says:

    Pak Jamil,saya sedang membaca buku anda “ON” sip …sip..

    1. Jamil Azzaini says:

      KerON….ditunggu sharingnga

  2. Muhammad Abduh says:

    Pak Jamil, saya mau banget mengikutkan anak saya Public Speaking For Teens. Tapi saya domisili di Kalimantan Selatan. Bisakah diadakan di Kalimantan Selatan Pak? Terima kasih atas jawabannya.

    1. Jamil Azzaini says:

      Bila pesertanya kuorum, siap berangkat ke kalimantan

  3. Edwin M. Bachtiar says:

    Assalamu’alaikum Pak Jamil, Pak saya butuh mengikuti pelatihan Public Speaking untuk saya dan anak-anak saya. Untuk daerah Depok apakah sudah ada? Terima kasih…

Leave a Reply

Your email address will not be published.