Bermartabat

Masih ingat Asep, driver taxi yang sangat mencintai ibunya dan ingin memberangkatkan ibunya ke Tanah Suci? Setelah kisahnya saya tulis di sini, saya dan beberapa teman ingin mewujudkan mimpinya memberangkatkan ibunya Asep umroh. Sayapun sudah menghubungi biro haji dan umroh, bahkan saya diberi harga khusus.

Setelah semua oke, saya telepon Asep dan berjanji bertemu di bandara Soekarno Hatta bersama ibunya. Hari itu, sebelum terbang ke Makasar saya menunggunya selama 2 jam di bandara, namun Asep dan ibunya tak juga muncul. Saya coba telepon lagi tapi tidak pernah tersambung. Beberapa hari kemudian Asep menelepon saya dan meminta maaf karena ia telah kehilangan handphone-nya.

Kami lalu berjanji untuk bertemu lagi. Namun setiap kali saya meneleponnya tidak kunjung tersambung. Akhirnya saya menghubungi perusahaan taksi tempat Asep bekerja (Blue Bird) melalui twitter kemudian ditindaklanjuti via telepon. Setelah menunggu beberapa pekan, Rabu kemarin customer service perusahaan taksi tersebut menelepon saya, mengabarkan bahwa ibunya Asep tidak mau saya berangkatkan umroh. Alasannya sederhana, “Saya belum kenal bapak Jamil.”

Mendengar kabar itu saya sedih bercampur kagum. Saya teringat seorang tukang ojek sepeda yang dibelikan makanan enak tapi tak mau makan. Walau sudah dijelaskan itu makanan halal tetap saja ia tak mau makan. Alasannya sederhana, “Saya harus tahu apa yang saya makan.”

Betapa banyak orang yang menjaga dirinya dan berhati-hati menerima bantuan. Merekapun menjaga agar apa yang masuk ke dalam perutnya adalah sesuatu yang ia pasti tahu dan baik baginya. Menurut saya, orang-orang semacam inilah yang punya harga diri dan bermartabat.

Martabat tidak berhubungan dengan kekayaan dan kedudukan. Banyak orang kaya dan punya posisi tinggi tetapi tidak punya martabat. Mereka adalah orang kaya yang memamerkan kekayaannya padahal jutaan orang lain, termasuk tetangganya, hidupnya masih melarat. Mereka adalah orang-orang yang punya posisi tinggi tetapi selalu minta dilayani bukan melayani orang-orang yang dipimpinnya.

Orang-orang bermartabat selalu menjaga sikap dan perbuatan. Mereka tidak silau dengan gemerlapnya dunia. Mereka tidak mudah mengikuti arus. Mereka adalah orang yang hidupnya sederhana dan bersahaja namun pikiran dan hatinya merdeka. Hidupnya mungkin tak dikenal manusia, tetapi kehebatannya mungkin tersiar di penduduk langit. Kepada merekalah kita seharusnya berguru dan belajar tentang martabat.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

26 thoughts on “Bermartabat”

  1. erickazof says:

    Martabat yg sudah langka di zaman skr, semoga dapat kita lestarikan ya Mas 🙂

    Btw, Mau curhat juga nih, di tempatku kerja banyak bantuan2 yg dtg dari luar negeri..Mm, di satu sisi kita harus kritis dengan bentuk yg diberikan tp disisi lain sudah menjadi kewajibanku untuk bisa memperlancar bantuan ini..
    Doakan saya bisa memberikan yg terbaik ya Mas untuk Bangsa dan Negeri ini…Amin 🙂

  2. Anggit Setyaningsih says:

    Sangat kagum jg dg ibunya Pak Asep..
    Belajar mmg tdk hrs dr org yg lbh pintar+berpendidikan tinggi.
    Dr siapapun,dimanapun..setiap orang yg kita temui,stidaknya kita hrs bs bljr dr mereka..

  3. Budi Santoso, BTM Kalibening- Banjarnegara says:

    Memang betul Ustadz JA. Saya lebih salut orang kecil yg memiliki sesuatu hasil peras keringat sendiri. Lain pejabat tinggi, yg cendrung dr hasil memeras uang rakyat.Walopun sy yakin banyak juga pejabat yg betul2 bermartabat. Tp dibulan puasa ini kita dpt menilai, apakah perilaku tdk bermartabat itu betul2 sifat kita apa itu sekedar godaan syaitan. Sbb dibulan puasa ini syaitan2 dibelenggu. Ustadz JA, betul tidak?

  4. Saya Irsyam pak..dan saya sudah kenal bapak..bahkan sudah poto bareng pula..
    Bapak punya pesantern wira usaha diklaten…
    berarti ada kesempatan nak haji ni..

    1. Alasannya sederhana, “Saya sudah kenal bapak Jamil.”

  5. Aswir says:

    Saya tdk akan lupa cerita Sang Guru tentang driver taxi ini yang membuat air mata tak terbendung.

    Subhanallah,, saya masih terngiang ‘kerang mulia’ tadi malam. Apakah Bapak sudah ketemu ibunya Kang Asep dan beliau jadi berangkat umroh,,,

    Terima kasih Pak Ustad JA, pagi ini sudah sangat menginspirasi.

  6. HFR says:

    Bismillahirrohmanirrohim… Ya Robb… jadikanlah hamba insan yang bermartabat.

  7. Fredy anak Way Halim says:

    Mantep Pak,, :))

  8. Budi Santoso, BTM Kalibening- Banjarnegara says:

    Ustadz JA, sy mau curhat diluar tema inspirasi pagi ini. Apakah ciri2 orang SuksesMulia disamping 4Ta juga harus pinter ngomong didepan umum? Sy punya teman yg pintar dan senang membaca, shg di otaknya cukup ilmu umum n agama. Perilakunya juga standar,malah bisa dibilang orang yg baik n taat.Tapi ketika bicara ditempat umum terasa gugup, kadang ngucap salam pembuka n penutup sj blepotan, sehingga kalo bicara sering tdk pakai salam pembuka n penutup. Pdhal banyak yg menganggap tdk masuk orang sukses n pintar krn tdk lancar bicara ditempat umum. Kadang ketika diskusi dgn teman2 banyak memiliki jawaban n solusi cerdas, tp karena kalah cepat, jadinya nda ikut berbicara. Apakah perlu konsultasi ke psikolog? Gmn ini Ustadz JA?

  9. AWAL HASAN says:

    Sungguh Keluarga yang bermartabat…

  10. sukendar says:

    he..he…jadi malu. boleh minta video semalam yg di tvone ga om, yg bareng pa houtman.

  11. Jamil says:

    Terima kasih semuanya ya,

    Mas Irsyam, walau sudah kenal tetap tidak diberangkatkan umroh ya, hehehehe

    Mas Budi, kita tidak bisa menilai apa yang dipikiran orang sebelum dikeluarkan. Orang yang hanya rajin membaca tetapi tidak bisa menyampaikan gagagsannya kepada orang lain tidak termasuk orang cerdas, itu hanya perasaannya bahwa dirinya cerdas. Orang seperti itu tak perlu konsultasi tetapi ia perlu punya nyali.

    Mas Sukendar nanti saya tanya ke TV one ya

    Terima kasih, salam SuksesMulia, Jamil Azzaini

    1. Buat saya ga usah di berangkatkan umroh pak …cukup ortu saya yang di berangkatkan haji….
      semoga masuk dalam catatan cita cita bapak yang ingin meng haji kan orang banyak…
      Salam SuLio(sukses Mulio)

  12. Amin MustBe says:

    Bermartabat adalah salah satu ciri dari Mulia. Yup SuksesMulia. Semoga!

  13. adeirwan says:

    hebat….salam knal

  14. Farah says:

    Orang yg bermartabat sekarang sangat langka, apapun skrg dilakukan dg alasan kebutuhan. Mudah2an msh banyak org2 spt ibunya Asep. Btw, pak sy mhb izin “minjem” motivasi2 bapak utk memotivasi mahasiswa2 sy agar menjadi pribadi yg sukses jg mulia.

  15. Khalik HR says:

    Semoga kita doakan akan timbul bibit-bibit yang bermartabat ditanah air kita ini.Amin

  16. kencono Sari says:

    haru, sepertinya si ibu benar2 mjaga bhw rejekinya hrs dr yg baik dan jelas asalnya

  17. rizki kurnia says:

    keren banget pak, menyindir para atasan yang selalu merasa tinggi dan sepatutnya dilayani.. doakan saya bisa segera keluar dari kuadran karyawan ya pak 🙂

  18. mumun itu zaya says:

    Subahannalah masih adakah pemimpin2 negara kita yang bermartabat?????????

  19. saya sudah liat di tv one bapak semalam tapi ga puas…coz cuma sebentar…
    lebih puas waktu di training di Baturaden kemaren pas tanggal 3…
    Saya pengen seperti bapak yang bisa menjadi kerang mutiara..bukan kerang rebus
    yang kalo di daerahku namanya Bukur yang harganya cuma 3000 rupaih…
    salam sukses mulia

  20. Ano says:

    Subhanallah.
    Pak Jamilazzaini, saya tinggal di Bandung yang punya semboyan Bandung Bermartabat, tapi kayaknya itu baru semboyan saja, belum benar2 bermartabat.
    Mudah2n Bandung bermartabat, bukan skdr smboyan

  21. Arip wahyudin says:

    Luar biasa pak, kisahnya….padahal sudah sangat mudah hanya tinggal MAU saja, tapi ibunya pak Asep ini sangat luar biasa”””” malu saya sama orng yang lebih tua tapi masih memegang prinsip hidupnya!!! Salut

  22. risaokee says:

    Membaca posting an diwebnya Pak jamil seperti sahur dibulan puasa. Penyemangat pagi, memberi inspirasi utk trs berusaha menjadi SuksesMulia

  23. @emanwarm says:

    sangat menginspirasi, ditengah pergaulan hidup yang hampir tidak mengenal harga diri lagi, bermartabat. that’s point!!!
    Thx kakek ;’)

  24. chamdi umar says:

    Yaa Alloh jadikanlah para pemimpin negeri ini bermartabat seperti “ibunya asep”

Leave a Reply

Your email address will not be published.