Berburu Hikmah

Share this
  • 5
  •  
  • 1
  •  
  •  
    6
    Shares

SenyumSyukurAkhir tahun 2012 lalu saya berangkat ke Malaysia dengan tujuan utama melanjutkan kuliah di sebuah universitas Islam cabang Madinah di Selangor. Namun karena satu dan lain hal, saya kesulitan mengurus visa. Akhirnya setelah menimbang berbagai kemungkinan, saya memilih pulang di awal tahun 2013.
 
Ada satu kisah menarik yang ingin saya bagikan dalam perjalanan itu. Tepatnya perjalanan saat berangkat dari Indonesia ke Malaysia. Perjalanan itu dimulai dari Makassar, transit di Jakarta, kemudian terbang ke KLIA (Kuala Lumpur International Airport). Saya berangkat dari Makassar setelah subuh. Sayang, ketika tiba di Jakarta pesawat yang akan ke Malaysia telah take of.
 
Saat itu saya sempat takut dan kalut. Bisa dibilang tabungan saya telah habis membeli tiket. Jika harus membeli baru, saya sudah tak sanggup lagi. Beruntung setelah negosiasi dengan pihak penerbangan, mereka bersedia mengganti tiket dengan penerbangan berikutnya yang akan terbang pukul lima sore hari itu juga.
 
Sambil menunggu jadwal keberangkatan, saya termenung mencari hikmah dibalik kejadian ini. Sayangnya, semakin saya mencari, semakin bertambah kesal di hati. Saking frustasinya mencari, sampai-sampai saya sempat berpikir, mungkin pesawat pertama tadi akan mengalami gangguan cuaca dan masalah dalam perjalanan. Syukurlah hal itu tidak terjadi. Saya sungguh menyesal karena memikirkan itu.
 
Hampir sepuluh jam saya menanti di Bandara. Sendiri tanpa ada kawan yang menemani. Ditambah lagi ini adalah pengalaman pertama terbang antar negara. Bisa ditebak, saat itu banyak perasaan aneh berkecamuk dalam dada. Dalam hati saya selalu berdoa, semoga keterlambatan ini ada hikmahnya.
 
Ketika tiba di KLIA, barulah satu hikmah dari keterlambatan itu terjawab. Ternyata teman yang akan menjemput punya kendala. Dia tak bisa menjemput jika saya tiba di pagi hari. Karena dia berada di luar kota yang berjarak delapan jam perjalanan menuju bandara. Sehingga ketibaan saya di Kuala Lumpur, seiring kedatangan teman yang akan menjemput. Alhamdulillah.
 
Saya tak berhenti bersyukur ketika menyadari fakta ini. Jika tiba dengan pesawat pertama, tentu saya akan terasing di bandara tujuan. Tentu saja, hal ini membuat saya khawatir akan bahaya daripada menunggu di Soekarno Hatta. Meskipun Malaysia dan Indonesia masih satu rumpun, tetap saja saya merasa asing dan warga asing di sana.
 
Peristiwa ini kembali menyadarkan hati, bahwa rencana Allah selalu lebih indah dari apa yang kita bayangkan. Dia tak memberi semua yang kita mau, tapi dia selalu mencurahkan apa yang hamba butuhkan.
 
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu , padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”. (QS Al-Baqarah ayat 216)
 
Akhirnya catatan sederhana ini saya tutup dengan sebuah pesan, belajarlah untuk berburu hikmah dalam setiap kisah. Sesedih, seburuk, dan sekejam apapun itu, yakinlah selalu ada hikmah yang menyertai. Bila perlu tuliskan kejadian itu dalam sebuah buku. Kemudian catatlah hikmah yang menyertai di dalamnya.
 
Saya yakin, siapa yang melakukan itu akan menemukan banyak hikmah yang dulu tak pernah disadari. Membuat dirinya menangis bersyukur atas nikmat Allah yang tak terperi. Membuatnya malu untuk mengeluh, menjadi manusia baru, manusia yang pandai bersyukur dan pantang mengeluh.
 
 
Salam SuksesMulia
Tulisan dikirim oleh SenyumSyukur

Baca Juga  Anakku di-bully Teman di Sekolah

Share this
  • 5
  •  
  • 1
  •  
  •  
    6
    Shares

12 comments On Berburu Hikmah

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer