Berbeda Tapi Saling Memuliakan

Share this
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Di kompleks perumahan kami, selama Ramadhan diadakan sholat tarawih bersama. Selalu ada kultum (kuliah tujuh menit) usai sholat Isya dan sebelum sholat tarawih bersama. Menurut saya, tema kultum yang disampaikan imam masjid kami tadi malam sangat menarik. Saya akan coba share melalui tulisan ini.

Suatu ketika Imam Malik dan Imam Syafei berbeda pendapat tentang satu hal. Menurut Imam Malik, apabila seseorang bertawakal penuh rezeki tetap akan datang dengan sendirinya. Sementara menurut Imam Syafei, seseorang harus berusaha untuk mendapatkan rezeki. Saat perbedaan memuncak, Imam Syafei rehat sejenak keluar ruangan untuk mencari inspirasi.

Saat ia sedang mencari inspirasi, terlihatlah seorang lelaki tua sedang membawa bungkusan besar yang tampak sangat berat. Imam Syafei menawarkan membantu membawa bungkusan itu mengantarnya hingga tujuan. Sebagai rasa terima kasih kepada Imam Syafei, orang tua itu memberi banyak kurma kepada sang Imam.

Imam Syafei kembali ke dalam majelis dan melanjutkan diskusi berdua dengan Imam Malik. Ima Syafei memulai percakapannya dengan mengatakan, “Ini bukti nyata bahwa kita harus berusaha untuk mendapatkan rezeki. Karena saya membantu seseorang saya mendapatkan kurma ini.” Imam Syafei menunjukkan kurma yang ia dapatkan.

Imam Malik pun berkata, “Tidak selalu perlu bersusah payah untuk mendapatkannya, ini buktinya, saya bisa makan kurma darimu tanpa harus keluar dari ruangan ini.” Mereka berdua pun tertawa dan tetap bersaudara.

Ternyata berbeda pendapat tak perlu saling menghujat. Beda pendapat itu rahmat apabila diantara yang berbeda saling memuliakan. Setuju?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Baca Juga  Mengapa Rezeki Tak Bertambah?

Share this
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer