Beralih dari Mengapa Menjadi Bagaimana

asking.jpg

Tadi malam saya mengikuti kuliah online di www.TrainerLaris.com yang dibawakan oleh bapak Prihapen. Banyak ilmu yang ditularkan di kuliah tersebut. Salah satunya adalah tentang pentingnya kualitas pertanyaan.

Salah mengajukan pertanyaan bisa berbeda dampaknya. Bila kita bertanya kepada orang dengan “mengapa atau mengapa” maka jawaban yang muncul biasanya adalah alasan. Dan, konon katanya, sebagian alasan itu biasanya bohong atau dibuat-buat. Cobalah ubah dengan pertanyaan “bagaimana” maka yang akan muncul adalah solusi.

Contohnya, “Mengapa kamu terlambat ke kantor?” Jawaban yang muncul pasti sederet alasan. Tetapi bila diubah menjadi, “Bagaimana agar kamu tidak terlambat ke kantor?” Maka, jawaban yang muncul adalah solusi agar lain hari orang yang ditanya tidak terkambat lagi. Contoh lain, ubah pertanyaan dari “mengapa saya banyak hutang?” menjadi “bagaimana agar saya tidak banyak hutang?” Bandingkan jawabannya, beda kan? Dan, beda juga kan suasana hatinya?

Hal ini sejalan dengan ucapan Albert Einstein, “Kualitas hidup Anda ditentukan oleh kualitas pertanyaan Anda.” Maka ajukanlah pertanyaan yang tepat dalam semua aspek kehidupan. Kepada anak yang tidak mau belajar bukan diajukan pertanyaan, “Mengapa kamu tidak mau belajar?” Tetapi ubahlah dengan pertanyaan, “Bagaimana agar kamu mau belajar?”

Apabila Anda berbicara di depan tim atau audiens kemudian ada yang ngantuk maka pertanyaannya bukan “mengapa mereka ngantuk saat saya bicara?” Tetapi, “bagaimana agar mereka tidak ngantuk saat saya berbicara?”

Kalau untuk pertanyaan itu, salah satu jawabannya adalah, “Saya perlu ikut Wanna Be Trainer (WBT), telpon segera ah ke 0812-1632-0707 atau 0813-1754-5859.”

Terus meneruslah perbaiki kualitas pertanyaan Anda maka kehidupan Anda juga akan berpeluang besar semakin positif dan berkualitas serta semakin SuksesMulia. Mau? Praktekkan ya…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

4 thoughts on “Beralih dari Mengapa Menjadi Bagaimana”

  1. ali samsudin says:

    Alhamdulillah, trimakasih

  2. dnur77 says:

    Alhamdulillah…..mengapa menjadi bagaimana…solusi yg lebih baik. makasi Kek Jamil…

  3. aini says:

    Jadi berpikir sejenak pak, (bertanya pada diri sendiri), selama ini sering bertanya kepada anak2 dengan kata yang mana ya…. (jadi merasa tambah dosa karena banyak menuntut dengan pertanyaan mengapa. 🙁
    Terima kasih ya pak.

  4. rahayuningsih says:

    Trima kasih pak Jamil, motifasinya. Motifasi bapak menginspirasi hidupa saya. Saya selalu teringat tulisan bapak tentang cerita kerang. Bahkan motifasi bapak kadang saya jadikan untuk memotifasi anak didik saya. Boleh kan Pak?

Leave a Reply

Your email address will not be published.