Belajar Kepada 5-Ter

Share this
  • 12
  •  
  •  
  •  
  •  
    12
    Shares

Kamis lalu adalah hari terakhir saya memberikan seminar atau training di berbagai perusahaan di bulan puasa ini. Ibarat air dalam teko, apabila selalu dikeluarkan tanpa diisi maka teko akan kosong. Memberikan training atau seminar hampir setiap hari ibarat mengeluarkan air dari dalam teko. Bila tidak diisi, pikiran akan kosong dan akhirnya seminar atau trainingnya seperti kaset yang berulang. Maka belajar adalah kebutuhan yang wajib dipenuhi.

Sebagai orang yang ingin fokus menjadi pengungkit keberhasilan bagi orang yang bermental leader, entreprenur dan trainer saya belajar fokus mendalami tiga hal itu. Jumat pagi, saya meluncur ke Malang untuk belajar kepada dua orang coach yaitu coach Ridwan Abadi dan coach Fahmi. Dari dua orang ini saya mendapatkan ilmu-ilmu aplikatif tentang bisnis dan kehidupan.

surgapreneur1
Keterangan foto (searah jarum jam): Bersama Jaya Setiabudi, sharing di Komunitas Surga Preneur. Bersama Coach Fahmi dan coach Ridwan Abadi –menggendong bayi.

Coach Fahmi mengingatkan saya, ketahui dan belajarlah kepada lima pesaing yang ter. Pertama, tertua. Bisnis yang bisa bertahan lama pasti punya keistimewaan yang bisa dipelajari. Pelajari orang-orangnya, produknya, proses bisnisnya dan keunikan lainnya.

Kedua, terkuat atau terbesar. Bisnis yang kuat dan besar belum tentu yang tertua atau terlama. Pelajari bagaimana ia bisa kuat dan besar. Apakah unggul di produknya, orang-orangnya, promosinya, harganya, packagingnya, managerialshipnya dan leadershipnya.

Ketiga, terunik. Belajarlah dengan kompetitor terunik. Apa yang membat dia unik? Bagaimana ia mempertahankan keunikannya? Apakah keunikannya mempunyai nilai tambah yang besar?

Keempat, terbaru. Saat ini kompetitor datang dari arah yang tiada kita duga. Pelajari kompetitor baru, apa yang menjadi kekuatannya, keistimewaannya. Bagaiamana dengan sumberdaya pendukungnya.

Kelima, terdekat. Kita perlu tahu siapa kompetitor yang terdekat dengan kita. Terutama target marketnya mirip, produknya hampir sama, harga tidak jauh berbeda dan lain sebagainya. Memahami dan mempelajari kelima kompetitor yang ter ini membuat kita peka dan terus membenahi diri.

Baca Juga  Siapa Mentormu?

Tadi malam, saya juga berdiskusi dan belajar banyak dari komunitas Surga Preneur, sejenak mendengarkan ilmu-ilmu bisnis dari Jaya Setiabudi yang semakin bergizi. Hari ini hingga besok, dua hari penuh saya belajar ilmu coaching dari pakarnya, Fauzi Rachmanto. Lelaki alumi Unpad ini sudah memiliki jam terbang tinggi memberikan coach di perusahaan ternama. Ia juga seorang praktisi bisnis dan penulis buku Corporate Heroes. Doakan ilmunya meresap ke dalam diri saya, insya Allah saya sharing juga di web saya ini.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook


Share this
  • 12
  •  
  •  
  •  
  •  
    12
    Shares

1 comments On Belajar Kepada 5-Ter

  • Maaf. Selain pesannya, artikel ini juga mengingatkan saya. Ada yang kurang saya tahu tentang i’tikaf (ibadah/berdiam di mesjid) secara penuh di 10 hari terakhir Romadlon. Apa ada yang salah ya? Mohon maaf sekali lagi.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer