Belajar dari Pohon Bambu Leadership Trainer Indonesia

Belajar dari Pohon Bambu

Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Penulis : Anonim

Saya mendapatkan tulisan ini dari group wa, saya lacak penulisnya tidak berhasil. Isinya bagus, semoga menjadi amal sholeh bagi penulisnya. Selamat menikmati.

Tahukah Anda bahwa Pohon Bambu tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 5 tahun pertama. Walaupun setiap hari disiram dan dipupuk, tumbuhnya hanya beberapa puluh centimeter saja.

Namun setelah 5 tahun kemudian, pertumbuhan Pohon Bambu sangat dahsyat dan ukurannya tidak lagi dalam hitungan centimeter melainkan meter.

Lantas sebetulnya apa yang terjadi pada sebuah Pohon Bambu?

Ternyata selama 5 tahun pertama, ia mengalami pertumbuhan dahsyat pada akar (bukan) pada batang. Pohon Bambu sedang mempersiapkan pondasi yang sangat kuat, agar ia bisa menopang ketinggiannya yang berpuluh puluh meter kelak dikemudian hari.

Pelajaran yg bisa diambil, Jika kita mengalami suatu hambatan dan kegagalan, bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan, melainkan justru kita sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa di dalam diri kita.

Ketika kita lelah dan hampir menyerah dalam menghadapi kerasnya kehidupan, jangan pernah terbersit pupus harapan.

Ada pameo yang mengatakan “the hardest part of a rocket to reach orbit is to get through the earth’s gravity” (“bagian terberat agar sebuah roket mencapai orbit adalah saat melalui gravitasi bumi”).

Jika kita perhatikan, bagian peralatan pendukung terbesar yang dibawa oleh sebuah roket adalah jet pendorong untuk melewati atmosphere dan gravitasi bumi.

Setelah roket melewati atmosphere, jet pendorong akan dilepas dan roket akan terbang dengan bahan bakar minimum pada ruang angkasa tanpa bobot, melayang ringan, dan tanpa usaha keras.

Demikian pula dengan manusia, bagian terberat dari sebuah kesuksesan adalah disaat awal seseorang memulai usaha, karena segala sesuatu terasa begitu berat dan penuh tekanan.

Baca Juga  Terus Belajar Menjadi Ayah

Namun bila ia dapat melewati batas tertentu, sesungguhnya seseorang dapat merasakan segala kemudahan dan kebebasan dari tekanan dan beban.

Namun sayangnya, banyak orang yang menyerah disaat tekanan dan beban dirasakan terlalu berat, bagai sebuah roket yang gagal menembus atmosphere.

Ketika Pohon Bambu ditiup angin kencang, ia akan merunduk, tetapi setelah angin berlalu, dia akan tegak kembali, laksana perjalanan hidup seorang manusia yang tak pernah lepas dari cobaan dan rintangan.

Maka jadilah seperti Pohon Bambu. Mau mengalami proses yang panjang namun akan kuat dan semakin kokoh ketika sudah di puncak.


Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

3 comments On Belajar dari Pohon Bambu

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer