Belajar dan Terus Belajar (2)

belajar2.jpg

Mencoba sesuatu yang baru itu terkadang tidak nyaman dan membuat gelisah. Seperti pekan lalu, saya harus memberikan training tanpa menggunakan slide. Padahal trainingya sejak pukul 08.00 hingga 17.00. Bukan hanya itu, materi trainingnya adalah materi yang benar-benar baru dan saya belum pernah menyampaikan sekalipun. Saya harus berbicara tentang struktur otak dan pengaruhnya kepada perilaku manusia

Bagi saya ini merupakan hal baru yang sangat menantang. Untuk membantu saya tampil baik, saya berlatih berulang-ulang dan mempelajari banyak literatur. Alhamdulillah, training berjalan lacar. Dan berdasarkan hasil valuasi, peserta puas dan paham. Training yang berlangsung selama tiga hari ini dinilai berhasil dan excellent. Lebih dari itu, saya mendapatkan banyak ilmu yang baru dari berbagai pakar yang saya temui dan literatur yang saya baca.

Ternyata, bagian otak terdepan (prefrontal cortex) atau bahasa awamnya jidat itu adalah letak pusat kesombongan dan keangkuhan. Di bagian otak itulah berbagai proses yang terekam oleh otak di proses sebelum seseorang memutuskan sesuatu. Maka agar kesombongan dan keangkuhan tidak muncul, sering-seringlah fre frontal cortex ini diletakkan di bawah alias perbanyak bersujud.

Walau demikian bukan jaminan 100 persen bahwa orang yang sering bersujud menjadi tidak sombong dan angkuh. Masih ada faktor-faktor lain yang memengaruhi. Tetapi berdasarkan berbagai literatur yang saya baca, peluang sombong orang yang rajin bersujud menjadi semakin kecil.

Bukan hanya dari para pakar kontemporer, saya juga mempelajari bagaimana Imam Al Ghozali menjelaskan tentang cara kerja otak. Menurut ulama besar ini, segala hal yang ingin berjalan dengan sangat baik harus dimulai dari bagian otak kiri kemudian menuju bagian otak kanan. Semua bagian otak punya perannya masing-masing. Tak boleh kita mengagung-agungkan bagian otak tertentu dan melemahkan atau merendahkan bagian otak yang lain.

Semakin saya mempelajari struktur otak dan pengaruhnya bagi pola pikir, pola sikap dan pola tindak manusia semakin saya sadar bahwa nikmat yang Allah SWT berikan itu tiada terkira besarnya. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Karena satu dendrit otak manusia terputus atau komposisi otaknya tidak normal dampaknya terhadap perilaku manusia, sudah amatlah besar. Allahu Akbar! Tak pantas kami tak bersyukur kepada-Mu. [Selesai. Baca tulisan sebelumnya]

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

16 thoughts on “Belajar dan Terus Belajar (2)”

  1. Subhanallah…! Sungguh benar adanya kalau pada otak manusia, memang berisi seperangkat DNA pilihan yang menentukan bagaimana kehidupan setiap anak kelak akan mewujud. Trims Inspirasi artikelnya kek..

    1. Apa kabar saudaraku?

  2. Adriano Giovani says:

    Salam Sukses Mulia Pak Jamil

    1. Peluk dari jauh mas

  3. “… segala hal yang ingin berjalan dengan sangat baik harus dimulai dari bagian otak kiri kemudian menuju bagian otak kanan.”

    Terima kasih Pak Jamil, jadi tahu bahwa setiap bagian OTAK itu penting, kiri ataupun kanan.

  4. mhd husni tarigan says:

    KerON kek, suksesmulia

  5. Makasih ilmunya kek…Kesombongan hanya milikNya, dan syukur tak ada habis atas nikmatNya

  6. dnur77 says:

    alhamdulillah…..salam SuksesMulia…..

  7. habibullah says:

    terimakasih Pak Jamil, menarik sekali tentang tidak boleh mengagung-agungkan sisi otak tertentu..
    salam kenal…

    1. Salam kenal juga pak

  8. tapi kalau jidatnya nanti jadi item karena keseringan bersujud gimana Kek… takut nanti dikira sombong ibadahnya paling khusyuk… apa bersujudnya perlu dilambari pake bantal empuk atau gimana ya? supaya bisa menghilangkan trauma seperti itu?

  9. mabsus says:

    Tulisan yang keren.

Leave a Reply

Your email address will not be published.