Bekerja dengan Ilmu

Ato SunartoBeberapa minggu lalu mesin cuci di rumah rusak. Air dari kran gak bisa masuk ke dalam mesin cuci. Setiap kali kran dibuka airnya berbalik lagi keluar. Sayapun mencoba mencari penyebabnya. Selang dari kran dibuka, dibolak balik, gak ada yang aneh, normal biasa saja.

Saya coba cek ke dalam mesin cuci. Digoyang goyang bagian airnya, takut ada yang mangpet, gak berhasil juga.

“Panggil tukang servis saja, ini mah harus dibongkar , ada yang mangpet di dalam”, pinta saya ke bibi sambil ngasih analisa biar kelihatan pinter.

Sudah 3 hari mesin cuci berjalan normal lagi. Tadi pagi pas inget langsung saya tanya ke si bibi.

“Bi mesin cuci yang rusak apanya ya?”, tanya saya.

“Itu pak klepnya cuma dibalik aja”, jawab si bibi datar

“Jadi?”, tanya saya rada heran

“Iya, pas mamang tukang servicenya datang, dilihat sebentar, dicoba, terus klepnya dibalik aja, langsung lancar”, jawab si bibi ngasih penjelasan.

“Minta berapa ongkosnya?”, tanya saya

“Sambil bercanda dia bilang, sini ongkosnya 200 ribu?”, jawab si bibi

“Terus?”

“Saya bilang ke si mamang tukang cucinya, mahal amat mang? Eee. si mamangnya malah bilang, ilmunya yang mahal bi!”, jawab si bibi

Walaupun akhirnya si emang dibayar tidak sebesar itu tapi saya bisa memetik pelajaran dari tukang service mesin cuci.

Ilmu itu mahal. Bekerja dengan ilmu lebih efektif. Ilmu itu harus diasah. Menjadi ahli itu perlu latihan. Latihan akan meningkatkan pengetahuan.

Teman2, Ayo terus belajar, terus berlatih agar kemampuan kita terus meningkat.

salam pembelajar

Ato Sunarto

Bagikan:

One thought on “Bekerja dengan Ilmu”

  1. among kurnia ebo says:

    tooooooooopppppppppp pak kupatahu bandung ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published.