Begal dan Jegal

jegal.jpg

Saat saya ngobrol dengan Ibu Elly Risman, salah seorang pakar parenting, saya mendapat pengetahuan baru bahwa ternyata kejahatan seksual remaja diawali dari tontonan. Data menunjukkan 64% remaja menonton video porno di rumah mereka dengan kemudahan fasilitas yang disediakan orang tuanya.

Bukan hanya itu, kejahatan seksual terjadi juga karena para remaja menyaksikan perilaku orang-orang yang menjadi panutan. Kemarin, saya mendapat kabar dari Lampung bahwa seorang guru SD tega menodai muridnya berulang-ulang. Tragis, guru yang seharusnya menjadi panutan justru perilakunya bejat dan memalukan.

Apa-apa yang sering kita tonton memang bisa menjadi tuntunan. Begitu pula saat ini, kita disuguhkan dengan berbagai berita saling jegal antar elit politik atau antar insitusi. Semuanya terpampang nyata di berbagai media setiap hari. Boleh jadi, berita-berita inilah yang mengilhami para begal semakin merajalela dan tawuran antar kampung atau komunitas menjadi hal yang biasa.

Sumber belajar utama di universitas kehidupan adalah perilaku para tokoh atau orang-orang yang menjadi panutan. Apabila mereka memberi contoh kebaikan maka kebaikan akan segera menyebar. Sebaliknya, apabila mereka mempertontonkan keburukan maka berbagai keburukan akan segera menggurita di berbagai aspek kehidupan.

Berlatihlah sejak dini agar kelak saat Anda menjadi panutan, perilaku Anda bisa menjadi tuntunan kebaikan. Ingatlah, pemberi contoh dan inspirasi akan selalu mendapat kiriman pahala atau dosa tiada henti selama hal itu masih dilakukan orang. Inspirasi kebaikan berbuah pahala dan inspirasi keburukan berbuah dosa.

Bagi Anda yang belum populer dan tak pernah muncul di media, ingatlah, Anda juga menjadi panutan bagi orang-orang terdekat Anda. Sekali lagi, berlatihan sejak sekarang untuk tidak saling jegal dan tidak coba-coba melakukan keburukan. Mau?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

12 thoughts on “Begal dan Jegal”

  1. andi djunaidi says:

    Bercermin melihat diri sendiri terlebih dahulu, dan setelah itu keluarga. Jika mampu baru ke orang terdekat dan seterusnya… terima kasih Mas Jamil atas pengingatnya..Salam SuksesMulia

    1. Jamil Azzaini says:

      Sama-sama, mari jaga keluarga kita…

  2. ali samsudin says:

    mau banget

    1. Jamil Azzaini says:

      Sip, praktekkan…

  3. Zainullah says:

    Salam kenal. Jika pak jamil di bogor sy ingin skali silaturrahmi. Tks, Zainullah Gunung batu kota bogor

    1. Jamil Azzaini says:

      Silakan datang dulu di launching buku saya A Tribute di Istora tgl 7, jam 10.00-11.30. Gratis. Ajak orang satu kampung, henehe

  4. arief risman says:

    pesan penting buat saya ini : Inspirasi kebaikan berbuah pahala dan inspirasi keburukan berbuah dosa. siaap Kek, di rumah, di kantor juga di kelas pastilah saya dilihat tingkah polahnya. semoga sy istikomah dalam berjuang menebar inspirasi kebaikan. terima kasih Kek Jamil

    1. Jamil Azzaini says:

      Doakan saya ya pak Arief…

  5. dian krisandi says:

    Pengen foto dan dapat tanda tangan Pak jamil. Bismillah semoga terwujud saat launching A Tribute di IBF-Istora Senayan. sabtu 7 maret 2015. Amin

    1. Jamil Azzaini says:

      Siap…bukunya dibawa ya…

  6. Rudi hermawan says:

    Jegal dan begal harusnya hanya ada di lapangan bola kaki… hehehe..

  7. Diana Putri says:

    Terimakasih sudah share artikelnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.