Bedanya Saya dan Orang Tua Saya

orangtua.jpg

Pekan depan insya Allah saya akan roadshow memberikan seminar di Amerika Serikat bersama Yana Julio dan tim Dompet Dhuafa. Setiap saya hendak berkunjung ke negara yang belum pernah saya datangi, seperti biasa, saya selalu sungkem kepada orang tua saya. Meminta restu dan doa dari mereka.

Sejak kemarin saya berada di kampung halaman, bermain dengan keponakan-keponakan, ngobrol sama orang tua, kakak dan adik. Menyantap masakan bikinan adik dan ibu saya yang nikmatnya sampai ubun-ubun. Hehehe…

Usai sholat subuh pagi tadi, saya juga berjumpa dengan teman waktu SD. Sungguh menyenangkan…

Pulang kampung kali ini saya sempat merenung tentang bedanya saya dengan orang tua saya. Beda yang pertama, orang tua saya fokus kepada kebahagiaan anak-anaknya, sementara saya fokus pada kebahagian diri sendiri dan keluarga inti saya. Setiap ditanya apa yang membuat mereka bahagia? Jawabnya selalu, “Kami bahagia bila melihat anak-anak bahagia.”

Kebahagian anak adalah fokus utama bagi orang tua. Sedangkan saya, bila ditanya apa yang membuat saya bahagia? Orang tua bukanlah prioritas pertama. Ah, betapa tidak tahu dirinya saya…

Beda yang kedua, mereka selalu cepat tanggap untuk urusan saya. Sementara saya sering menunda untuk kepentingan mereka. Apabila saya sakit, orang tua langsung datang ke rumah. Sementara bila orang tua saya sakit, saya terkadang masih berkata, “Saya atur jadwal dulu ya, semoga bisa nengok.” Ah betapa sok sibuknya saya…

Beda ketiga, dalam setiap doanya mereka selalu menyebut nama saya. Sementara saya hanya berdoa untuk mereka saat saya sedang rindu dan jatuh sakit. Mereka yang lebih berjasa tetapi mereka yang lebih sering memanjatkan doa untuk saya. Ah, betapa hinanya saya…

Beda keempat, setiap saya datang mereka menyambut saya seperti raja. Menyiapkan kamar terbaik untuk saya, menyiapkan menu makanana favorit saya, mengosongkan semua jadwal agar bisa bercengkerama dengan saya. Sementara bila mereka datang ke rumah saya, perlakuan saya tidaklah seistimewa perlakuan mereka kepada saya. Ah, rasanya tak pantas bila saya mengaku anak yang sudah berbakti kepada orang tua…

Ternyata, sungguh beda saya dan orang tua saya. Saya hanya bisa berdoa dan berusaha semoga disisa usia mereka, saya bisa menjadi seorang anak yang lebih tahu diri. Bisakah?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

35 thoughts on “Bedanya Saya dan Orang Tua Saya”

  1. Cinta orang tua selalu penuh keajaiban. Selalu lebih besar dari logika..

    Semoga Allah menjaga orangtua kita di manapun mereka berada..

  2. Scoria says:

    Terima Kasih kek untuk pencerahannya. Sungguh kasih sayang orang tua memang luar biasa. Mudah2an orang tua Kek Jamil sehat walafiat, barakallah.. Begitupun dg kedua orang tua saya dan orang tua kita semua. Semoga Allah memuliakan mereka di Syurga-Nya kelak. Aamiin..

    1. Terima kasih doa dan perhatiannya, saling mendoakan ya

  3. kenny says:

    Langsung istighfar…saya jd bercermin, kondisi kurang lebih sama, saya mager niat untuk memberikan yg terbaik untuk orangtua, suwun pakde

  4. Pak Jamil… Menyadarkan tentang pentingnya Orang Tua, hiks… Semoga ALLOH memampukan kita semua membahagiakannya.

    Semangat SuksesMulia!
    😀

  5. Rahmat E. Siregar says:

    Insyaa Allah bisa. Semoga kita semua dapat mencontoh upaya keras kek Jamil untuk membahagiakan kedua orang tua beliau. Amin…

  6. Mari kita bersama sama ya kek….menjadi anak yg.bisa membahagiakan orang tua…terima kasih.inspirasi paginya kek

  7. Mas Wantik says:

    Yakin bisa Kek, ayo diatur dgn lbh baik lg. Salam makin sukses mulia

  8. mhd husni tarigan says:

    Buat nangis pagi ini kek….

    1. Sodorin tisu 🙂

  9. umar wirahadi says:

    tak terasa pipi basah kek saat baca, makasih kek sudah mengingatkan kami… semoga orang tua kita dan selalu dalam rahmat ALLAH aamiin.

  10. rina afriani says:

    Amiiiinn,, :'(
    Semoga kita diberi kesempatan untuk jadi anak yg tahu diri

    Tks kek tulisnny, bnr2 menyadarkan

    Bahagiakan orang tuamu

  11. Nur Rizki says:

    sedih kangen ortu, smoga ad rejeki buat pulang kampung 🙁

  12. ali samsudin says:

    mau comment apa ya.. memang sangat berbeda antara saya dan orang tua saya saya mestinya lebih parah dari kakek Jamil, “kakek” yang sebutan sebagai org tua saja masih merasa sprti itu apalagi saya. meskipun ditebus dengan dunia dan seisinya jasa orang tua tak bisa lunas, saya sebagai anak semoga Allah mengijinkan saya bisa selalu berusaha berbakti kepadanya dan doa : semoga Allah mengampuni dosa2 orang tua kami merahmati mereka dan menyayangi mereka Amin

  13. rasna says:

    Selesai dhuha td sy teringat kt2 pak Jamil di Istiqlal kmrn ttg org tua,sy brniat utk plg kmpg & meminta maaf ingin menanyakan apa yg membuat mrka bahagia…

    1. Segera lakanakan, jangan ditunda

  14. syarmidah says:

    Sy juga sering begitu..hanya ingat orang tua saat perlu saja…dan perlakuan sy terghadap orang tua tidaklah seistimewa orang tua memperlakukan saya…terima kasih bang Jamil yg sdh mengingatkan saya…
    Ya Allah ampunilah kedua orang tuaku dan kasihilah mereka …aamiin…

  15. Terima kasiiiiiih NASEHATnya… Kita harus bisa berbakti pada orang tua.

    Salam SuksesMulia…

  16. ORA DADI OPO says:

    saya yakin insya Allah kakek bisa!!!!!

    matur suwun kek, tulisan pagi ini jg membuat saya bs mengevaluasi sikap saya thd kedua orang tua..

    Salam SuksesMulia_!!!
    @npindh
    āļ‡^â€Ē^āļ‡

  17. Emi Afrilia says:

    Tulisan kakek bikin mewek. Teringat banyak dosa yg sudah diperbuat pada orangtua, sering buat mereka susah. Sedihnya lagi belum sempat memberi kebahagian dan kebanggaan, orangtua sudah berpulang. Semoga Allah mengampuni dosa kedua orangtua saya. Aminn

  18. Agnee Basuki says:

    Beda kedua pake jleb jleb. Terimakasih kek, segera berangkat jenguk ayah di rumah sakit. Semoga dosen pembimbing tugas akhir bisa mengerti. Mohon doanya untuk kesembuhan ayah saya ya kek =]

    1. Langsung kirim doa

  19. tuti rahmi says:

    Subhanallah kakek..kok tulisan kakek hari ni ngena gitu yaa…baru tadi pagi sy nangis terkenang baiknya org tua pada kami dn sampai hari ini rasanya blm ada apa2 yg sy beri utk menyenangkan mereka..hanya ibu sy sering berpesan..bersabarlah dlm mengasuh anak2mu,anak sekarang beda dgn masa kecil kamu dulu..hik..hik..hik..kangen kampung,peluk cium ayah-bunda..seakan mereka mengatakan senangi kami dgn mengasuh anakmu dgn benar…trimaksh kakek..

  20. Denny Dachlan says:

    Speechless Saya dibuatnya, Kek…
    Terima Kasih sudah mengingatkan..
    Smoga kita bisa selalu membahagiakan Kedua orang tua kita. Aamiin Yaa Rabb…

  21. dini says:

    Siapin koper besok kunjungi bapak yg sdg saki.

    1. Salam hormatku untuk orang tuamu

  22. lenny says:

    Merindingggg

  23. Rifta Nurdiana says:

    jadi inget ayah ibu dirumah kek 🙁 . Sedih kalo ayah ibu dirumah sendirian gak ada anak2nya g nemenin. Smeoga mereka diberi umur panjang dan bisa melihat saya sukses. Aamiin

  24. bejo handoyo says:

    Sedih sekali rasanya bagi yang Sdh tdk punya org tua lagi cuma bisa menyesal karena blm bisa membahagiakan mereka org tuaku semasa masih hidup ampuni hamba dan kedua org tua hamba ya alloh

    1. Teruslah berbuat baik karena amalnya mengalir kepadanya dan berdoalah untuk mereka

  25. dnur77 says:

    alhamdulillah…
    semoga kita bisa berbakti dg cara terbaik bagi orangtua kita,,

  26. harmaini idrus says:

    Saya amat sayang sama orang tua saya saya berdoa buat almarhum bapak saya dan berharap semoga ibu saya dilindungi allah dan ketenangan disisa hidupnya aamiin

  27. Kelima. Kita sering meminta sesuatu kepada mereka, bahkan meminta restu dan doa. Sedangkan mereka tidak pernah meminta apa pun dari kita, meski mereka berhak untuk memintanya. Mereka sering memberikan kepada kita, meskipun kita tidak memintanya. Sedangkan kita sering lupa dengan hak-hak mereka. Dan nyatanya, setelah berkeluarga, kita lebih sibuk memikirkan masa depan anak-anak kita.

  28. jamzz syarif says:

    Terima Kasih Kek,Tulisannya selalu memberikan pencerahan ,makin sadar diri tugas seorang anak kepada kedua Ortu.

  29. Bedanya saya dan orang tua juga persis seperti itu kek,.. karena saya dalam perantauan, pulang 1 tahun sekali, tiap pulang di sediain kamar seperti raja. Sungguh terlalu saya selama ini

    Salam sukses mulia
    Eko Sidik Wibowo

Leave a Reply

Your email address will not be published.