Balas Dendam

Share this
  • 40
  •  
  •  
  •  
  •  
    40
    Shares

Balas dendam itu merugikan. Bila tak merugikan pelaku, balas dendam itu merugikan orang lain. Bahkan yang lebih sering balas dendam itu merugikan kedua belah pihak. Sayangnya, ada orang yang merasa puas dan “menang” usai balas dendam padahal dirinya rugi.

Dikisahkan, seorang pengusaha pemarah terpaksa harus naik pesawat yang sudah terkenal dengan delay-nya karena pesawat langganannya sudah penuh. Dan ternyata benar, pesawat yang ia tumpangi delay 8 jam. Gara-gara itu kesepakatan bisnis dengan investor batal karena ia terlambat tiba di kota tujuan.

Tentu sang pengusaha pemarah ini sangat marah dengan maskapai penerbangan yang ditumpanginya. Setelah ia puas memarahi petugas dari maskapai tersebut, ia merencanakan balas dendam. Diam-diam ia atur strategi untuk menghancurkan maskapai penerbangan tersebut.

Dua minggu kemudian dia merasa lega karena telah menjalankan niatnya. Dengan rasa puas dan bangga ia ceritakan strateginya, “Gara-gara saya kecewa dengan maskapai penerbangan maka saya balas dendam agar ia kapok dan sepi penumpang. Maka saya beli 50 tiket setiap rute penerbangan dari Jakarta menuju berbagai kota. Jadi saya beli lebih dari seribu tiket. Saya bayar cash agar mereka tak curiga. Nah sekarang dia rasakan, penumpangnya sepi.”

Hehehehe… Hayo siapa yang rugi?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Baca Juga  Bahasa Inggris Salah Paham

Share this
  • 40
  •  
  •  
  •  
  •  
    40
    Shares

8 comments On Balas Dendam

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer