Baik Saja Tidak Cukup

good.jpg

Di era yang semakin kompetitif ini ternyata tidak cukup hanya menjadi orang baik. Betapa banyak orang baik di sekitar kita tetapi tidak bisa membuat perubahan yang berarti. Mereka tidak korup, mereka rajin ibadah ritual, mereka rajin bekerja tetapi adanya seperti tidak adanya. Mereka baik secara individu, sayangnya mereka tidak memberi dampak besar bagi perusahaan, instansi atau lingkungannya.

Di perbincangan warung kopi orang-orang seperti tersebut di atas sering disebut begini, “Baik sih, tetapi plonga-plongo.” Ada juga yang berkata, “Dia orang baik, sayang tidak punya nyali.” Yang lebih keras berkata, “Dia orang baik, tetapi sayang hanya menjadi boneka.” Ucapan yang senada biasanya, “Dia orang baik yang cari aman.”

Orang-orang yang bersyukur dengan berbagai potensi dan karunia yang telah Allah SWT berikan tentu tidak puas hanya menjadi orang baik. Ia harus naik kelas. Ia harus menjadi orang baik yang pemberani. Berani mengambil keputusan penting. Berani memperjuangkan visinya. Berani menanggung risiko. Berani berkorban untuk kebaikan banyak orang.

Orang baik yang pemberani biasanya memiliki beberapa ciri. Pertama, ia memperjuangkan visi hidupnya yang menantang. Mereka ingin meninggalkan legacy di semesta. Mereka kelak punya jejak yang bisa dikenang generasi setelahnya. Mereka “keukeuh” alias ngotot memperjuangkan visinya. Dan hebatnya, visinya bukan hanya tentang dirinya tetapi juga tentang kebermanfaatan yang hendak mereka sebar.

Kedua, mereka siap menerima risiko. Betapa banyak orang baik yang akhirnya di penjara, kehilangan harta dan kehilangan jabatannya. Mereka bukan oportunis, penjilat, apalagi menukar visi hidupnya dengan keuntungan jangka pendek yang terkadang menipu.

Apabila Anda belum punya visi hidup menantang yang diperjuangkan dan tidak berani menerima risiko, boleh jadi Anda hanya menjadi orang baik. Sudah baik memang, tetapi menurut saya, bila kita hanya sekedar menjadi baik itu pertanda kita menjadi orang egois namun tidak merasa egois.

Segeralah naik kelas menjadi orang baik yang pemberani, karena baik saya sudah tidak cukup. Setuju?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

9 thoughts on “Baik Saja Tidak Cukup”

  1. isya says:

    Syarat kedua ini yg agaknya berat kek. Apalagi saya sbg pengacara yg dari berjalan masih dari bawah, logika hukum selalu buntutnya duit dan ancaman. Meskipun idealis dan punya visi. Ingin menolong mereka yg teraniyaya secara hukum, saya tak pernah memungut biaya apapun…

    Tapi setelah masuk pengadilan, tawaran dan ancaman berdatangan…

    1. Jamil Azzaini says:

      Semoga ada jalan lain….

      1. isya says:

        Aamiin.

  2. endar says:

    Ijin share ya pak

    1. Jamil Azzaini says:

      Dengan senang hati…

  3. and says:

    assalamualaikum wr wb

    tahun 2012 saya baca buku tentang passion karangan rene suhardono

    baru lebaran 2015 ini saya ketemu buku anda yang berjudul ON
    ini mengupas passion versi islami , bagus karena fokusnya tidak hanya kepentingan diri sendiri

    buku ON mengingatkan lagi pentingnya tujuan hidup yang manfaat nya lebih luas

    terima kasih Pak Jamil

    1. Jamil Azzaini says:

      SyukrON ya

  4. Abdul Karim TW says:

    setuju!
    Jazakallah khoir ya Pak 🙂

  5. Ibnu Madani says:

    Setuju banget Pak. Saya berharap banyak orang yg tergerak untuk lebih dari sekedar menjadi orang2 baik saja tapi juga tampil menjadi orang2 yang berani.
    Semoga juga segera muncul wadah2 (komunitas) nya untuk saling menguatkan dan berbagi solusi nyata.
    Aamiin..

Leave a Reply

Your email address will not be published.