Bahaya Multitasking

Dalam kehidupan nyata kita sering dihadapkan pada berbagai peran. Sebagai atasan, bawahan, anak, orang tua, sahabat, tetangga dan lain sebagainya. Karena banyaknya tuntutan peran itu terkadang kita melakukan banyak pekerjaan di satu waktu. Kita sering mengerjakan pekerjaan kantor sambil bermain dengan putera puteri kita. Bekerja sambil membuka facebook, twiter, email dan lain sebagainya, itu namanya multitasking.

Bagi Anda yang sering melakukan ini mungkin perlu menyimak pendapat Gerald Weinberg, pakar psikologi pengembangan software computer, melalui bukunya Quality Software Management: Systems Thinking menyimpulkan suatu hal menarik tentang multitasking. Menurutnya, ketika kita mengerjakan banyak projek pada waktu yang sama, maka akan muncul waste atau kemubaziran, setidaknya mubazir waktu. Weinberg menghitung, kalau kita mengerjakan projek kedua pada saat yang sama projek pertama dikerjakan, kita kehilangan waktu 20%.

Ketika projek ketiga diambil, 50% waktu kita terbuang. Kehilangan waktu ini terjadi karena otak memerlukan waktu proses untuk bisa berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Temuan ini diperkuat oleh kajian lain yang dilakukan oleh Eric Horvitz dan The University of Illinois terhadap sekelompok programmer di Microsoft, mereka menemukan bahwa diperlukan waktu sekitar 15 menit untuk seorang pekerja kembali konsentrasi meneruskan pekerjaannya setelah merespon e-mail masuk atau sms.

Hati-hati bagi Anda yang ketika bekerja sering diselingi oleh telepon, cek e-mail, SMS-an, facebook atau twitteran, dan sejenisnya, maka bersiaplah mengalami penurunan tingkat IQ sebanyak 10 poin.Lebih parah daripafa efek pengguna mariyuana.Itulah hasil penelitian yang ditemukan oleh The Institute of Psychiatry di Inggris.

David E Meyer, seorang cognitive scientist dan direktur The Brain, Cognition & Action Laboratory di Universitas Michigan mengatakan, multitasking akan memperlambat kita menyelesaikan pekerjaan, bahkan memperbesar kemungkinan kita melakukan kesalahan. Hal itu disebabkan karena gangguan dan interupsi yang menyertai pelaksanaan multitasking akan menghambat kemampuan kita mengolah informasi.

Jadi biasakanlah untuk focus melakukan satu pekerjaan di satu waktu Sebab bila Anda terbiasa melakukan multi tasking, kecerdasan anda tidak menurun, produktivitas Anda rendah, kesehatan Anda akan terganggu

Terima kasih, follow saya di @jamilazzaini, salam SuksesMulia

Bagikan:

3 thoughts on “Bahaya Multitasking”

  1. danang says:

    Informasi yang menarik. Tapi mohon maaf Pak Jamil. Di paragraf terakhir sepertinya ada salah ketik. Bukankah yang benar “kecerdasan anda menurun” karena ada penurunan IQ 10 poin?. Terimakasih..

  2. andriany putri says:

    Waaah,, saya cenderung tipe multitasking nih pak,, wah,, piye nih?? Brarti kecerdasan saya bisa menerun???
    Weeewww,, brarti harus belajar fokus menyelesaikan satu2,,,
    Baiklah,, nice info pak,, akan dilaksanakan,, bisa,, bisa,, insya اَللّهُّ ,, bisa,,, 🙂

  3. sulistyowati says:

    banyak ibu ibu jg multitasking….sambil cuci baju (pake mesin) sambil masak, sambil nyapu dan sambil momong anak. kalau gak begitu ya gak cepet selesai pak pekerjannya…

Leave a Reply

Your email address will not be published.