Bahasa Cinta

Denni CandraSebelum membahas mengenai bahasa cinta ini, saya ingin Anda menjawab mana yang lebih penting : Anda merasa mencintai pasangan atau pasangan yang merasa Anda cintai?

Silahkan baca dan cermati lagi pertanyaan tersebut dan kalau Anda sudah paham silahkan Anda jawab mana yang lebih penting 🙂 . Kalau Anda sependapat dengan saya, pasti Anda akan menjawab pilihan kedua, yaitu lebih penting pasangan yang merasa Anda cintai. Kalau Anda yang merasa mencintai pasangan, belum tentu pasangan merasakan hal yang sama. Tetapi kalau pasangan sudah merasa Anda cintai, tugas dan komunikasi Anda dengan pasangan akan menjadi lebih ringan karena porsi tanggungjawab Anda tinggal 50%.

Untuk lebih jelasnya begini, kalau hanya Anda yang merasa mencintai pasangan maka porsi tanggungjawab Anda bisa jadi 100%, dengan asumsi sebanyak 50% Anda harus meyakinkan diri Anda sendiri untuk mencintai pasangan dan 50%-nya lagi Anda harus meyakinkan pasangan Anda kalau Anda benar-benar mencintainya. Tetapi kalau pasangan sudah merasa Anda cintai maka tugas Anda hanya tinggal meyakinkan dan memantapkan diri Anda sendiri untuk benar-benar mencintai pasangan Anda.

Dan untuk mencintai dan menjalin komunikasi dengan pasangan, terlebih dahulu Anda harus mengerti dan memahami bagaimana bahasa cinta pasangan Anda, agar komunikasi bisa berjalan lancar dan menghindari kesalahpahaman yang mungkin timbul dalam menyampaikan dan menangkap pesan. Bagi Anda yang belum memahami apa itu bahasa cinta, akan saya berikan sedikit ilustrasi. Seandainya Anda bertemu dengan wisatawan Korea yang tidak bisa berbahasa Indonesia dan Inggris, Anda sendiri juga tidak menguasai bahasa Inggris dan Korea, bisa dibayangkan bagaimana repotnya Anda berdua berkomunikasi. Kira-kira berapa lama Anda sanggup bertahan untuk berbicara?

Itulah kenyataan yang sering terjadi antara pasangan suami istri dalam membina rumah tangga, Anda berdua ngotot dengan cara berkomunikasi sesuai pribadi Anda masing-masing tanpa peduli apakah pasangan Anda mengerti atau tidak. Pada akhirnya Anda berdua merasa capek dan saling menyalahkan kalau pasangan tidak bisa mengerti apa keinginan dan kemauan Anda.

Bahasa cinta yang dimaksud disini adalah sebuah cara komunikasi yang sesuai dengan kepribadian masing-masing pasangan sehingga pesan yang disampaikan tepat sasaran sehingga masing merasa dicintai oleh pasangannya. Kenapa harus tepat sasaran, karena sebenarnya pasangan Anda mengetahui kalau Anda mencintainya tetapi mereka tidak benar-benar merasakannya. Secara umum dan menurut berbagai penelitian para pakar, bahasa cinta itu ada 5 dan setiap orang memiliki satu yang dominan dari kelima bahasa tersebut. Sedangkan bahasa cinta lainnya hanya berfungsi sebagai pendukung.

Kelima bahasa cinta itu adalah :
1. Sentuhan fisik, pribadi dengan bahasa cinta ini lebih senang kalau komunikasi dengan mereka melibatkan sentuhan fisik seperti ciuman di pipi, pegangan pada tangan, pelukan kasih sayang dan lain sebagainya.
2. Kata-kata pendukung, pribadi ini lebih efektif kalau dalam berkomunikasi diberikan dukungan berupa kata-kata inspirasi dan motivasi yang positif untuk menyemangati dan menguatkan mereka.
3. Waktu berkualitas, pribadi dengan bahasa cinta ini akan merasa dihargai kalau pasangannya menyediakan waktu untuk melakukan aktivitas bersama tanpa ada gangguan dari pihak lain.
4. Hadiah, pribadi ini akan merasa tersanjung dan bahagia kalau pasangannya memberikan hadiah kesukaan atau kejutan kecil lainnya berupa benda atau materi.
5. Layanan, mereka dengan bahasa cinta ini akan senang sekali kalau pasangannya bersedia membantu pekerjaan mereka atau melayani kebutuhannya. Seperti membantu pekerjaan rumah, menjahitkan pakaian yang robek, memasakkan makanan kesukaan, dsb.

Ketika Anda mengetahui apa bahasa cinta pasangan, maka Anda bisa berkomunikasi sesuai bahasa cinta tersebut. Sehingga pasangan merasa lebih dicintai, komunikasi Anda berdua menjadi lebih lancar dan keceriaan hubungan rumah tangga menjadi lebih hangat. Bukankah itu yang kita inginkan ?

Jadi sudahkan Anda mengetahui bahasa cinta pasangan Anda ?

Denni Candra

Bagikan:

2 thoughts on “Bahasa Cinta”

  1. Menginspirasi sekali Pak Jamil tulisannya, membukakan pengetahuan baru tentang makna cinta. Terima Kasih

  2. ana apriliana says:

    terima kasih pak atas tulisannya,walaupun saya belum menikah tetapi sangat bermanfaat untuk saya dalam menghadapi pasangan saya nanti,,,jazakallah khairan katsira 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.