Bagaimana Membuat Kesan WOW! di 5 Menit Pertama di Depan Audience

Fay IrvantoTahukah Anda berapa banyak waktu yang kita perlukan untuk membuat kesan pertama yang baik di depan orang-orang yang baru kita kenal? Menurut seorang pakar karisma dan pengajar di Harvard University, Olivia Cabane, hanya dalam hitungan detik pertama saja, orang sudah mulai menilai kelas sosial dan ekonomi kita.

Di lima menit pertama orang mulai menakar level intelegensia kita, tingkat pendidikan kita, kadar kepercayaan diri kita dan kedalaman kapasitas kita. Untuk seorang trainer yang kerap bertemu dengan peserta yang belum kita kenal sebelumnya, kesan yang diciptakan di lima menit pertama ini menjadi sangat penting karena akan menentukan apakah kita akan dilihat sebagai orang yang layak dan dipercaya untuk tampil dan berbicara di depan peserta. Hati-hati, kesan pertama bisa menjadi kesan terakhir.

Jika seorang trainer bisa menciptakan kesan yang baik sampai membuat peserta berkata “WOW!” di awal penampilannya, maka sang trainer sudah berhasil menampilkan karismanya untuk memenangkan hati peserta. Kesan “WOW!” ini akan memudahkan seorang trainer untuk mendapatkan ‘Trust’ (kepercayaan) dan ‘Respect’ (rasa hormat) dari peserta, dua kunci utama yang dibutuhkan oleh trainer untuk membangun hubungan yang baik dan mendampingi peserta sepanjang perjalanan training.

Dan sebaliknya jika kesan pertama yang ditangkap peserta kurang positif, maka energi yang harus dikeluarkan oleh seorang trainer untuk bisa merangkul kembali pesertanya sepanjang training akan sangat besar. Itupun juga kalau peserta belum keburu skeptis dan memutuskan untuk tidak mendengarkan si trainer. Kalau kita adalah seorang trainer, tentunya kita tidak ingin mimpi buruk ini terjadi di kelas kita, bukan?

Ada tiga cara sederhana dan mudah untuk dipraktekkan agar seorang trainer dapat menampilkan kesan WOW! dan tampil karismatis di awal penampilannya:

1. Bangun Kemiripan
Semua orang cenderung merasa nyaman, menyukai dan mudah akrab dengan orang lain yang memiliki kemiripan dengan dia, baik kemiripan yang sifatnya indrawi seperti penampilan, bahasa dan gaya bicara, maupun yang non indrawi seperti asal, hobi, suku, dan lain-lain. Contohnya ketika beberapa waktu lalu saya diberi kesempatan berbagi ilmu di satu kota di Eropa, saya memulai dengan menyapa dan berinteraksi dengan peserta menggunakan bahasa lokal serta menggunakan kosakata ‘gaul’ yang populer disana. Mendadak suasana kelas langsung menjadi lebih cair dan saya merasa sangat diterima, padahal secara fisik saya berbeda sekali dengan mereka. Cara yang paling mudah adalah dengan menyamakan penampilan. Misalnya, jika kita harus berbicara di depan peserta yang menggunakan jas, maka pakailah jas. Jika peserta bergaya santai, maka kenakan pakaian yang lebih kasual namun tetap bercitarasa. Carilah kesamaan sebanyak-banyaknya dengan peserta sebelum memulai training, dan ekspresikan kesamaan itu dalam bentuk penampilan atau kata-kata yang interaktif. Hindari ‘Saltum’ (Salah Kostum) apalagi ‘SalMong’ (Salah Ngomong). Semakin banyak kesamaan yang kita ciptakan, semakin mudah pula kita membangun “Trust” dan membangun kesan yang baik.

2. Buat Pernyataan Visual
Pernahkah Anda melihat makanan yang terlihat lezat lalu Anda langsung berpikir bahwa makanan itu benar-benar lezat? Atau pernahkah Anda melihat satu barang yang dipajang di toko yang terlihat mewah dan langsung mengira bahwa barang itu harganya mahal? Saya yakin kita semua pernah mengalaminya karena secara umum orang menilai sesuatu pertama kali dari apa yang dia lihat, termasuk ketika menilai orang lain. Busana kita, postur kita, bahasa tubuh kita, semua menentukan pesan dan kesan apa yang akan ditangkap oleh mata peserta training. Secara visual kita membuat satu pernyataan tentang siapa kita.

Busana yang pas dengan badan, pilihan bahan yang tepat, dan padu padan warna yang cocok dengan jenis warna kulit akan memberi pesan visual bahwa kita orang yang berkelas. Postur yang tegak, cara bicara yang jelas dan lugas, senyuman yang hangat, gerakan badan yang luwes namun elegan, akan meningkatkan karisma anda sebagai seorang trainer sejak pertama kali bertatap muka dengan peserta. Karenanya sangat penting untuk mempelajari apa warna-warna pakaian dan ornamen busana yang akan menguatkan aura alami kita secara visual. Ada cara sederhana untuk melihat warna apa yang cocok dengan Anda, dekatkan muka Anda dengan beberapa pilihan warna baju atau ornamen pakaian. Lalu foto atau minta pendapat orang lain. Jika wajah Anda terlihat lebih cerah maka Anda cocok dengan warna tersebut. Kalau wajah terlihat lebih kusam, maka warna itu cenderung menampilkan kesan kurang positif.

Untuk yang berkacamata, pilihlah model dan warna kacamata yang pas dengan bentuk wajah. Perhatikan juga postur dan gerakan badan ketika membuka sesi. Berlatihlah di depan orang lain dan minta pendapat mereka apakah tubuh Anda sudah membuat pernyataan visual yang positif. Terlihat berpengalaman atau amatir? Terlihat semangat atau loyo? Terlihat percaya diri atau ragu? Terlihat tulus atau menyembunyikan sesuatu?

3. Jual Sejarah Prestasi atau Nama Besar
Sejarah prestasi kita bisa menjadi nilai jual untuk meningkatkan ‘Respect’ peserta kepada kita. Tampilkan dan sampaikan pencapaian-pencapaian sebagai nilai jual kita. Semakin besar pencapaian kita, semakin besar kesan WOW yang kita tuai. Buku yang sudah kita tulis, aktifitas kita di media, daftar klien-klien kita, pengalaman kita, posisi dan jabatan kita, gelar kita, adalah contoh dari sejarah prestasi yang bisa kita jual. Pertanyaannya, bagaimana kalau belum punya banyak sejarah prestasi? Jawabannya, kaitkan diri dengan nama besar.

Misalnya tunjukkan siapa guru kita, siapa partner penting kita, siapa sponsor kita, nama organisasi besar yang terkait dengan kita, dan lain-lain. Tampilkan foto, video atau gambar yang menunjukkan kita memang benar-benar terkait dengan nama-nama besar tersebut. Ketika kita terkait dengan nama besar, kita seperti duduk di atas seekor gajah. Orang pertama kali melihat gajah yang besar, namun akhirnya akan melihat siapa yang menaiki gajah itu.

Trainer-trainer terbaik di dunia melakukan hal ini, jadi kenapa kita tidak? Akan lebih baik jika sejarah prestasi dan nama besar yang kita tampilkan sebaiknya yang relevan dengan materi kita. Yang paling penting adalah buat alur cerita yang baik dan menarik ketika menyampaikan sejarah prestasi dan mengaitkan dengan nama-nama besar agar kita tidak terlihat sedang menyombongkan diri.

Kunci utama yang penting untuk diingat adalah niat tulus untuk menghadirkan diri untuk peserta. Menciptakan kemiripan, memberikan pernyataan visual, maupun menjual sejarah prestasi atau nama besar, pada dasarnya bertujuan untuk membuat peserta merasa nyaman dan percaya dengan kita. Saat melakukannya, kita tetap berkomunikasi secara baik dengan peserta. Balut dengan humor dan bangun interaksi secara konsisten. Silakan mencoba tiga tips yang powerful dan praktis di atas. Buktikan bahwa Anda adalah seorang trainer yang memiliki karisma kuat dan mampu membuat orang berkata “WOW!” pada 5 menit pertama Anda.

Lanjutkan kesan 5 menit pertama dengan menjaga agar kita tetap bisa menyajikan diri dan materi secara baik sampai akhir sesi. Selamat mencoba!

Salam Karisma.

Fay Irvanto
Charismatic Leadership Guru

Follow saya di @fayirvanto

Bagikan:

7 thoughts on “Bagaimana Membuat Kesan WOW! di 5 Menit Pertama di Depan Audience”

  1. bagus! setujuh! kecuali yang nomor satu, saya nggak melakukannya, karena memang hanya punya satu kaos, nggak punya jaket, nggak punya kemeja, dan nggak punya batik.. jadi ya tampil ke manapun tetep pake kaos, dan alhamdulillah tetep bisa WOW juga…
    salam Sukses and Rich dari amOngkurniaebO.com , Rektor Klathak University of NewYorkyakarta…

  2. Tulisan yang benar-benar WOW, kerOn banget. Thanks atas sodaqoh ilmunya. Salam kenal

  3. Tulisan yang benar-benar WOW, kerOn banget. Thanks atas sodaqoh ilmunya. Salam kena dari Bogor.

  4. Tatay St says:

    Mantap tips nya mas Fay, kerON abizz

  5. pokoke 3 menit ra lucu kemringet, hahaha

  6. Wildan Luqman R says:

    kerON abis euy.! Sedikit tapi bikin Sempurna tuh Ilmu.! Syukron Katsirr 😀

  7. Arfani says:

    KerON Mas Fay, terima kasih Ilmunya. Nambahin dikit, dari itu semua, jangan lupa actionnya tetap konsisten sampai akhir sesi.
    Salam Action.

Leave a Reply

Your email address will not be published.