Bagaimana Agar Merasa Kaya?

Beberapa waktu yang lalu seseorang menawari saya nomor pelat mobil F 9 JA. Maknanya, kata dia, F karena saya tinggal di Bogor, 9 karena saya dilahirkan 9 Agustus dan JA adalah singkatan dari Jamil Azzaini.

Saya bertanya “Apa manfaat dari nomor itu?” Orang yang baru saya kenal itu menjawab, “Gengsi, pak. Prestise juga bisa, status sosial langsung naik kelas, pak.” Mendengar penjelasan lelaki itu saya langsung berkata, “Tidak.” Sebab, menurut saya, gengsi, prestise dan status sosial bukan dibangun dengan cara-cara seperti itu.

Hal yang sangat saya khawatirkan dalam hidup adalah sombong, merasa terhormat, dan merasa statusnya lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain. Sementara disisi lain, saya menyadari bahwa keimanan dan mental saya belumlah kuat. Oleh karena itu, saya khawatir nomor pelat mobil spesial tadi mengundang penyakit-penyakit hati tersebut bersemayam dalam kehidupan saya.

Selain itu, saya tidak mau berproses menjadi miskin. Karena, penyebab miskin itu bukan hanya karena kita sulit mencari harta tetapi karena terlalu banyak keinginan dan kebutuhan baru yang kita ciptakan sendiri. Saya berharap keinginan dan kebutuhan hidup saya sederhana dan itu-itu saja sehingga tidak perlu menambah pengeluaran.

Dengan begitu, saya tetap bisa merasa kaya raya walau harta saya tidak sebanyak orang-orang terkaya di Indonesia. Merasa kaya itu penting agar kita menjadi orang yang bersyukur. Dan itu bisa terjadi bila kita tidak terbiasa menciptakan keinginan atau kebutuhan baru, apalagi jika hanya demi gengsi, prestise dan status sosial.

Orang yang punya rumah dan mobil mewah belum tentu merasa kaya apabila ia selalu menciptakan keinginan dan kebutuhan baru yang tidak penting. Sebaliknya, banyak orang yang merasa kaya padahal hartanya tidak seberapa. Mengapa? Karena, ia menjalani hidup dengan sederhana tetapi hati dan sikapnya dipenuhi dengan keberlimpahan untuk terus berbagi dan peduli. Ayo pilih mana?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


TBnC9


Bagikan:

26 thoughts on “Bagaimana Agar Merasa Kaya?”

  1. Finandaru says:

    Inspiratif…
    dengan plat spesial, kita bisa terlena dan menjadi sombong kek bila tidak diimbangi dengan keimanan yang baik…

  2. Sundari says:

    Pencerahan nih… Setuju banget..

  3. Kamtiyono says:

    Semua berawal dari pemikiran, mindset ya Pak. Shared!

  4. Adityo Dwi T says:

    The great breakfast!!!!

  5. Be inspired…….
    Assalamu’alaikum pak jamil, bgmn bila sy ingin konsul lgs via email?

    1. Mbak Yenny, emailnya ada di web ini. Ada di profil saya, silakan dibuka ya. Hehehe

  6. @andihakim31 says:

    Babeh, sangat menginspirasi sekali tulisan ini, ditunggu dr semalam dan bener2 menyejukkan dan kerON.
    “Hal yang sangat saya khawatirkan dalam hidup adalah sombong, merasa terhormat, dan merasa statusnya lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain.” Penyakit hati tersebut selalu menghantui setiap orang.
    Menjalani hidup dg sederhana, selalu bersyukur dan tanamkan kepedulian dan kesabaran, ini yg jg ibu sy ajarkan kpd 8 anaknya. Semoga kita selalu dlm kasih-sayang Allah dan memperoleh keberkahan hidup. Amiin YRA

  7. jussie says:

    Sedikit share pak Jamil, saya tinggal di perumahan mewah alias mepet sawah..
    Kampung sebelah perumahan adalah hunian orang2 yang selalu merasa kaya. Bagaimana tidak? Mereka kebanyakan hanyalah petani sayur, rumahnya sederhana, penampilannya sederhana tapi punya masjid yang besar dan indah.
    Mereka meninggalkan pekerjaan disawah bila waktu sholat tiba untuk berjamaah di masjid dan selalu ramai. Apalagi bila musim haji tiba, mereka seakan berlomba berangkat ke tanah suci bahkan ada yang sudah 3-4 kali tapi masih tetap low profile. Mereka orang2 yang seperti tidak pernah susah, selalu tersenyum.
    Tidak seperti kami yang ditinggal di perumahan. Rasanya pengin pindah ke kampung itu, biar ‘ketularan rasa ayemnya merasa kaya’..

    1. Mbak Jussie cerita yang menarik, tetaplah di komplek tetapi memiliki mental kaya. Salam SuksesMulia

  8. Bang Tono says:

    aq pilih ini aja Pak “kaya dalam realita sebenarnya, tetapi sederhana dalam bersikap” Mohon do’anya.. Aamiin…

  9. dnur77 says:

    subhanallah..alhamdulillah…

  10. ceritasegar dan isnpirtif mas jamil….

  11. @bro_danang says:

    habis baca langsung adem, maknyezzz 🙂

  12. Maya says:

    Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)

  13. MUHTAR ALI says:

    TIAP KALI SAYA MENYEBUT ALHAMDULILLAH, ALLAH SWT MENAMBAHKAN KEKAYAAN PADA DIRI SAYA.

  14. Sukatno Wonogiri/ Maskatno Giri says:

    Sang Penulis artikel memang layak diteladani. Para komentator juga hebat-hebat. Minimal sudah berniat menjadi hebat. Insya Allah mereka semua akan hidup penuh berkat, selamat di dunia dan akherat.

  15. @ejunaidi78 says:

    Izin share ke teman-teman sy pak.

    1. Silakan dengan senang hati mas

  16. membaca sebentar, merenungnya bisa seharian Pak..

  17. super sekali Pak Jamil, sangat mencerahkan sekaligus meneduhkan di siang hari yang terik ini, mohon ijin share ya, agar teman-teman dan saudara-saudara yang di luar dapat merasakan manfaat yang sama seperti saya, salam sukses mulia…

  18. sama dengan yang terjadi pada saya,
    beberapa bulan yang lalu saya beli sepeda motor, plate nomer nya JB. itu menjadi kebanggaan buat saya waktu itu, soalnya JB itu singkatan dari Justin Bieber, artis yang saya suka waktu itu. Tapi sekarang sepeda motornya sudah hilang, hikmahnya adalah :
    mungkin hilangnya motor itu telah menghindarkan saya dari sifat sombong, dan berbelik arah menuju kerendah hatian ..

    terima kasih atas inspirasinya.
    Like this post 🙂
    semoga kita semua dianugerahi hidayah oleh Allah SWT. karena menurut saya, orang paling beruntung di dunia adalah orang yang mendapat hidayah.

  19. Fahmi says:

    berarti jangan sampai terlalu banyak keinginan dan kebutuhan baru yang kita ciptakan sendiri ya pak?

  20. Ponsel Murah says:

    yups…..betul itu mas

  21. among kurnia ebo says:

    pilih RUMAH LAPANG, Kek.. tapi ada mobilnya pake plat E 80 KU
    Biar kalo kakek mau cari tumpangan, nggak ragu-ragu mencegat mobilnya
    karena sudah jelas siapa yang punya; orang yang suka MEMBANTU
    bukan Pembantu lo ya

  22. annisa says:

    Kalau sudah merasa kaya dengan bersyukur, ga akan nyesel! InshaAllah. Kalau kita bersyukur nnti Allah tambh nikmatnya. Dan nikmat tsb sbagai hadiah sekaligus cobaan. Awas jaga2 sikap. Bener ya kek??

Leave a Reply

Your email address will not be published.