Asah Pilihanmu

dokter.jpg

Apabila kita sudah menetapkan diri ingin ahli dalam bidang tertentu maka bersiaplah untuk mengasahnya (melatihnya). Mengasah pilihan untuk naik kelas terkadang harus melakukan sesuatu yang tidak kita sukai. Boleh jadi sesuatu yang pada awalnya tidak kita sukai tetapi menjadi jalan keberhasilan di kemudian hari.

Saya punya tiga keponakan yang berprofesi sebagai dokter. Mereka sering bercerita tentang profesinya, tentang bagaimana mereka meningkatkan keahliannya. Salah satu ceritanya akan saya bagikan disini.

Dikisahkan seorang dokter senior datang kepada calon dokter muda yang sedanb magang (co-as). Dokter senior berkata, “Oke, hari ini kita akan belajar dua hal. Pelajaran pertama, sebagai dokter kita tidak boleh jijik. Perhatikan apa yang saya lakukan, di depan kita ada mayat.” Dan tiba-tiba sang dokter senior memasukkan jarinya ke anus mayat, kemudian menjilat jarinya.

Setelah itu dokter senior tersebut berkata, “Sekarang lakukan seperti apa yang saya lakukan.” Puluhan calon dokter muda itu melakukan secara bergiliran. Apa yang terjadi? Semua muntah-muntah karena harus menjilati sesuatu yang menjijikkan.

Setelah semua selesai muntah, sang dokter senior berkata, “Sekarang pelajaran yang kedua. Pelajaran yang kedua adalah ketelitian. Seorang dokter harus sangat teliti agar tidak salah ketika mendiagnosis pasien.”

Sang dokter senior diam sejenak kemudian melanjutkan penjelasannya, “Coba kalian perhatikan, yang tadi saya masukkan ke anus mayat adalah jari tengah. Sementara yang saya jilat adalah kelingking. Jadi saya tak perlu muntah-muntah seperti kalian.”

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di FB

Bagikan:

4 thoughts on “Asah Pilihanmu”

  1. Dwi Suwiknyo says:

    Saya kasih kritik dan saran ya pak. Mungkin maksud cerita ini baik: mengejutkan dan humor. Ada pesan yang tersampaikan juga. Tetapi sebagai koreksi, kata Aa’ Gym, “Boleh humor asal jangan jorok.” Lha ini kalau baca sembari ngemil atau minum kopi jadi nggak nyaman pak. Saya yakin masih banyak cerita yang lebih memotivasi dan bersih. Matur suwun pak.

    1. EventJogja.Com says:

      hehehe iya sih om, mungkin perlu di-edit dikit biar ga terlalu vulgar 😀

    2. Jamil Azzaini says:

      Terima kasih masukannya mas, akan menjadi perhatian untuk tulisan berikutnya

  2. YulEko.Com says:

    hehehe.. lucu kek.. dan Inspiratif kek
    menanggapi mas Dwi Suwikno.. sy pernah diprotes jorok.. ketika mengisi di dinas perijinan..”cerita tentang orang batak yg kebelet pipis di bioskop itu lo kek..” hehehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published.