Apakah Anda Leader 4.0?

Share this
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares

Bersiaplah dengan Revolusi Industri 4.0! Seruan ini marak kita temukan di berbagai lingkaran profesional saat ini. Memang, tiap beberapa dekade, temuan teknologi termutakhir telah mengubah berbagai hal termasuk cara hidup yang sudah menjadi kebiasaan sebelumnya.

Revolusi industri pertama, abad 18 hingga awal abad 19, berhubungan dengan penggunaan tenaga uap. Revolusi industri kedua, akhir abad 19 hingga pertengahan abad 20 terkait dengan pergantian tenaga uap dengan listrik. Sementara, revolusi industri ketiga, akhir abad 20, ditandai dengan penggerak otomatisasi.

Bagaimana dengan revolusi industri keempat? Kata kuncinya ada pada robotisasi dan digitalisasi. Sebuah pembaharuan dari otomatisasi yang meliputi berbagai proses dan produk. Contoh kecanggihannya? Mulai dari mobil tanpa pengemudi, robot pintar, artificial intelligence, internet untuk segala hal, big data analytics, virtual reality, cloud computing dan lainnya.

Temuan yang dirangkum oleh seorang human capital leader, Varun Bhaskar tentang efek dari trend revolusi industri keempat dan membuat kita semakin jelas tentang apa yang akan kita hadapi sebagai seorang Leader dalam waktu dekat ini.

Perusahaan konsultan manajemen McKinsey melaporkan bahwa setengah dari aktivitas kerja yang selama ini ada akan tergantikan melalui automasi teknologi. Laporan dari PwC menyebutkan bahwa industri-industri utama melakukan peningkatan digitalisasi dengan jauh lebih cepat terutama mulai tahun 2020. Menariknya, 65% siswa sekolah saat ini disebutkan juga kelak akan memiliki pekerjaan yang belum pernah ada saat ini.

Hal ini tentunya turut mempengaruhi perubahan dalam organisasi perusahaan. Dalam industry 4.0, organisasi bermitra untuk menciptakan bersama nilai dan supply chain yang inovatif dari perpaduan antar organisasi. Dengan demikian, organisasi beroperasi di dalam ekosistem bisnis yang kolaboratif baik dalam ranah lokal, regional, maupun internasional.

Baca Juga  Training Bulan Maret

Untuk mengarungi segala bentuk perubahan yang berlangsung cepat dan sinergi dengan para mitra, tentunya kapal organisasi perlu dinakhkodai oleh pemimpin yang cakap sesuai era saat ini. bukan lagi pemimpin model lama yang hanya menggerakan tim berdasarkan pengalaman (senioritas karyawan), unjuk kinerja, ataupun kompetensi yang dibutuhkan organisasi saat ini.

Maka organisasi pun butuh transformasi kepemimpinan. Inilah waktunya untuk Leader 4.0! Seperti apa Leader 4.0? tentunya Leader yang mampu menggerakkan energi, aksi, dan konsistensi untuk menciptakan perubahan sekaligus memenangkannya. Selain itu, Leader juga mampu bersinergi dan memberikan kebermanfaatan terbesar tidak hanya bagi organisasinya, namun juga seluruh mitra, pelanggan, dan lingkungan sosial di sekitarnya.

Mengacu pada Oxford Leadership, ada tiga prinsip yang dapat penting sebagai arahan bagi seorang Leader 4.0. Pertama adalah ‘MINDSETS, NOT SKILLSETS.’ Kepemimpinan menjadi tidak efisien di era ekonomi saat ini karena situasi yang terus-menerus berubah terbentur dengan sikap mental yang disebut transfixed (terjebak dalam pola pikir yang enggan berubah).

Leader perlu melatih dirinya beradaptasi terus-menerus dengan cepat terhadap hal baru. Itulah mengapa mindsets menjadi lebih bernilai daripada skillsets yang bisa jadi kadaluarsa segera setelah kita baru menguasainya.
Prinsip kedua adalah ‘FOCUS ON WHAT WORKS’. Jangan sampai Leader tidak mampu membedakan mana yang esensial dan mana yang tidak. Misalnya, ketika mengelola proses inovasi dalam pekerjaan dan pembelajaran tim, Leader yang tidak fokus akan sibuk coba berbagai teknik dan metode asalkan berjudul inovasi.

Sementara Leader yang fokus akan memonitor kemajuan yang berkelanjutan, menciptakan media untuk menstrukturkan pemikiran-pemikiran baru, dan menginspirasi tim untuk membuat perubahan bersama. Jangan sampai sibuk sama tampilan, namun isinya tiada.

Baca Juga  Delay

Prinsip terakhir adalah ‘PRIORITIZE DIFFERENTLY’. Kita perlu memahami bahwa dunia yang kompleks di era digital ini membutuhkan atensi yang lebih kuat pada pengelolaan relasi kerja. Bila kita tetap ngotot hanya memprioritaskan pengelolaan proses kerja, melakukan kebiasaan lama karena itu yang sudah jadi keahlian kita, maka kemunduran menjadi jaminan hasilnya.

Maka itu, penting sekali bagi Leader 4.0 untuk terus merefleksikan pikiran dan emosinya secara objektif tanpa terjebak dengan pola lama. Semakin kita mampu melakukannya, semakin Leader mampu mempengaruhi timnya untuk kuat menghadapi perubahan tanpa kehabisan energi untuk mengeksekusinya.

Salah satu cara efektif untuk menghadirkan refleksi di antara huru hara kesibukan pekerjaan adalah hadir di forum sharing bersama para praktisi dalam suasana yang akrab. Bisa jadi Anda juga menemukan mitra sinergi Anda disana. Tanggal 13 Desember 2018, Kubik Leadership akan mengadakan Leadersip Café yang mengupas tuntas tentang Human Being Empowerment (HC 4.0). Topik yang pas sekali untuk transformasi Anda sebagai Leader 4.0. Segera registrasi di bit.ly/registrasi_LC atau hubungi 021-29400100 sebelum kehabisan seat. Sampai jumpa!

Salam SuksesMulia!


Share this
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares

1 comments On Apakah Anda Leader 4.0?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer