Apa Pesan Lebaran Anda?

JAFam1.jpg

Setiap orang punya kesan dan pengalaman yang berbeda saat hari raya. Bagi saya, menemani orang tua menerima tamu itu hal yang istimewa. Mulai usai sholat Idul Fitri hingga hari ketiga, rumah orang tua saya dikunjungi ribuan tamu yang datang mengalir secara bergelombang. Walau sebagian besar saya tidak mengenalnya, namun saya merasa bahagia menemani orang tua menyambut mereka.

Makan makanan masakan ibu dan adik saya adalah hal istimewa lainnya. Ikan asin dan dedaunan pun terasa nikmat luar biasa bila diolah oleh keduanya. Satu pekan berada di rumah orang tua, berat badan dijamin bertambah. Hehehehe..

Moment istimewa yang juga tidak boleh disia-siakan adalah “transfer value” bagi semua anggota keluarga. Untuk lebaran kali ini, di keluarga kami, value yang kami tanamkan adalah “intangible asset dan Enter”. Saya meminta kepada semua anggota keluarga untuk memperkaya “intangible asset” sesuatu yang tidak terlihat tetapi berharga mahal.

Contoh intangible asset antara lain: jujur, amanah, care, integritas, leadership, selalu melakukan yang terbaik dan sejenisnya. Kesemuanya itu tidak terlihat seperti mobil, properti, emas, tabungan dan lain-lain yang sering disebut sebagai tangible asset. Namun, nilai intangible asset bisa jauh lebih mahal dari tangible asset. Saya memberikan banyak contoh tentang fakta ini kepada keluarga saya.

Untuk lebih mengkristalkan pemahaman intangible asset, istri saya memberikan “proyek” membuat video singkat kepada anak-anak saya. Tema yang mereka pilih adalah care (peduli). Insya Allah video tersebut dalam bulan ini saya upload diwebsite ini. Sekarang anak saya sedang sibuk mengeditnya.

Value kedua yang kami tanamkan adalah enter. Kami semua dilarang berkata “entar” atau nanti apabila ada salah satu dari kami meminta tolong. Pekerjaan apapun yang dilakukan harus segera dituntaskan tidak boleh ditunda-tunda. Dalam kesempatan itu, saya memberikan beberapa contoh kerugian yang pernah saya alami gara-gara saya punya sikap mental “entar.”

Begitu saya sampaikan bahwa saya pernah mengalami kerugian ratusan juta gara-gara sikap mental “entar” anak saya terkesima. Apalagi saat saya menyampaikan hitung-hitungan kerugian yang saya derita. Mereka saling berkomentar, β€œLebih baik buat saya pak.” Yang lain menimpali, β€œYa ampun pak, gede banget.”

Penanaman value yang saya sampaikan mungkin terlihat sederhana bagi Anda. Tetapi saya sudah merasakan dampak positifnya, khususnya bagi perkembangan anak-anak saya. Liburan masih tersisa, bagi Anda yang belum transfer value, bersegeralah melakukannya. Boleh saya tahu, apa pesan lebaran yang hendak Anda tanamkan kepada keluarga Anda?

Salam SuksesMulia!

Tamu lebaran yang datang ke rumah orang tua saya banyak yang menggunakan mobil bak terbuka (kiri). Foto lebaran bersama keluarga besar (kanan).

Tamu lebaran yang datang ke rumah orang tua saya banyak yang menggunakan mobil bak terbuka (kiri). Foto lebaran bersama keluarga besar (kanan).

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

9 thoughts on “Apa Pesan Lebaran Anda?”

  1. wiwik says:

    Terima kasih pak Jamil, tulisannya selalu menjadi inspirasi bagi saya.

    1. Jamil Azzaini says:

      Doakan kami bu Wiwik

  2. Rizki Kuncoro Hadi says:

    Kek Jamil, saya salah satu peserta Kajian Bisnis Ramadhan tgl. 9 Juli 2015 bersama MTW. Alhamdulillah saya bisa transfer value kepada keluarga kecil saya, tentang sikap menunda-nunda terlebih soal sholat… Semua hal (kebaikan) memang sepatutnya disegerakan tetapi satu hal bagi saya adalah sebisa mungkin tidak menunda-nunda sholat pada kesempatan pertama.

    Dan pesan ini juga saya teringat saat Kajian Bisnis Ramadhan lalu saat sesi materi Kek Jamil, saya sangat gelisah luar biasa ketika materi Kek Jamil belum selesai sementara waktu dzuhur telah tiba dan adzan terdengar di telinga saya. Meskipun kita tetap sholat berjamaah setelahnya namun saya merasa bersalah karena sudah menunda-nunda sholat (wajib) yang seharusnya bisa dikerjakan pada kesempatan pertama.

    Kek Jamil, mohon maaf lahir batin, selamat Idul Fitri 1436 H – taqqobalallaha minna waminkum shiyamana washiyaminkum… Aamiin

    1. Jamil Azzaini says:

      Maaf lahir batin juga, terima kasih sudah mengingatkan…

  3. Ari Wijaya says:

    Mohon ijin ! Siap mengamalkannya.
    Saya punya program ‘satujammelayanioraanglain’ dalam sepekan.

    Semoga berawal dari keluarga dan team di kantor.

    Terima kasih, Pak JA atas reminder dan ajakannya

    1. Jamil Azzaini says:

      Wah kerON tuch programnya pak. Bisa dishare πŸ™‚

  4. mamanto fani says:

    Super sekali pa jamil…

    1. Jamil Azzaini says:

      Peluk dari Surabaya ke Padang πŸ™‚

  5. iskandar harahap says:

    Mohon maaf lahir dana bathin. Terima kasih Kek JA. Smoga mjadi kebaikan. Dan dapat kami amalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.