Apa Peninggalanmu?

Share this
  • 60
  •  
  •  
  •  
  •  
    60
    Shares
Dari atas ke bawah: Bersama Dubes RI untuk Mesir. Sebagian peserta training di depan kantor KBRI Cairo. Menunggu di runagan Dubes bersama mas Fauzi Rachmanto Presiden Komunitas TDA. Saya di depan benteng Citadel.
Dari atas ke bawah: Bersama Dubes RI untuk Mesir. Sebagian peserta training foto bersama di depan kantor KBRI Cairo. Menunggu di ruangan Dubes bersama mas Fauzi Rachmanto Presiden Komunitas TDA. Saya di depan benteng Citadel.

Di sela-sela jadwal saya memberikan seminar dan training di KBRI Cairo pada 21-24 November 2013, saya berkesempatan berwisata ke tempat-tempat bersejarah di Mesir. Kunjungan pertama saya ke piramida Mesir yang terkenal itu. Sebelum pulang ke Tanah Air saya mampir ke Benteng Sholahuddin Al Ayubi atau Citadel. Saya juga sempat “ngintip” Universitas Al Azhar Cairo.

“Orang-orang berpengaruh meninggalkan peninggalan yang melegenda,” itu komentar saya setelah mengunjungi tempat-tempat bersejarah tersebut. Entah bagaimana piramida dibangun, ribuan batu disusun tanpa semen namun kokoh dan menjulang tinggi. Dengan berat lebih dari satu ton setiap batu, entah bagaimana setiap batu itu dibawa. Tidak mungkin piramida dibangun oleh orang bermental kerdil dan tak punya nyali.

Lain lagi kesan saya saat saya berkunjung ke Citadel. Benteng yang berada di tempat yang paling tinggi namun suplai airnya berasal dari sungai nil yang jauh lebih rendah. Mengapa? karena pembuat benteng itu telah membuat saluran air di atas benteng dengan memperhitungkan ketinggian. Tak mungkin benteng ini dibuat oleh orang yang malas dan tak memiliki kreativitas.

Kita mungkin tak bisa meninggalkan warisan berupa bangunan atau karya dalam bentuk fisik yang fenomenal. Tetapi kita tetap bisa meninggalkan karya yang dikenang oleh anak cucu kita, apakah itu melalui buku yang kita tulis, gerakan atau komunitas yang kita aktifkan, peradaban atau nilai-nilai yang kita perjuangkan dan sosialisasikan. Bisa juga dalam bentuk kepedulian masal yang terus menerus kita sebarkan.

Renungkanlah saat Anda sudah meninggal puluhan atau ratusan tahun kemudian. Suatu ketika anak dan cucu serta generasi pengganti Anda berselancar di dunia maya. Lalu, melalui mesin pencari di Internet (semisal google), mereka menuliskan nama Anda. Kira-kira keterangan apa yang Anda harapkan dibaca mereka? Apakah mereka bangga dengan Anda? Apakah mereka lebih bersemangat mendoakan Anda?

Baca Juga  Mudik ke Kampung Akhirat

Memang kita bekerja, berkarya, dan berjuang bukan karena ingin dipuja anak dan cucu serta generasi mendatang. Namun di era Internet dan social media seperti saat ini berbagai aktivitas kita di dunia maya otomatis terekam oleh google. Sahabat saya pak Nukman Luthfie pernah mengatakan, “Google itu seperti malaikat elektronik yang mencatat semua amal perbuatan kita di Internet.” Kesimpulan saya, apa uyang dilakukan oleh orang-orang hebat saat ini pasti bisa dilacak oleh google di masa yang akan datang.

Usai membaca tulisan pendek ini, sebelum beraktivitas, cobalah berhenti sejenak kemudian renungkan dan jawablah pertanyaan-pertanyaan saya di atas. Semoga yang terekam di google sesuatu yang bisa dibanggakan anak dan cucu sekaligus sebagai bekal di kehidupan abadi. Teriring doa dari saya untuk Anda…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


Share this
  • 60
  •  
  •  
  •  
  •  
    60
    Shares

44 comments On Apa Peninggalanmu?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer