Andri Wahyudin Penggerak Komunitas Kapuk

andriwahyudin.jpg

Orang hebat di sekitar kita banyak. Mereka biasanya memiliki nyali yang tinggi dan selalu punya ide-ide segar serta memikirkan kehidupan banyak orang. Salah satunya adalah Andri Wahyudin. Dialah penggerak “Komunitas Kapuk”.

Bagi Anda yang tinggal di ibukota tentu tahu bahwa Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, adalah kawasan langganan banjir di Jakarta. Karenanya, sebagian warga di lokasi itu menyesuaikan diri dengan membuat rumah panggung agar tak terkena banjir.

Karena kepentingan pembangunan, daerah di sekitar Kapuk Muara yang dulunya banyak kebun menjadi semacam danau buatan. Lama kelamaan tempat itu menjadi tempat pembuangan sampah. Kampung menjadi kumuh dan kotor. Melihat kondisi itu dari sekelompok anak muda tercetus ide untuk membersihkan genangan air dari sampah.

Pada tahun 2007 muncul ide membudidayakan lele di atas lahan yang tergenang itu. Penggeraknya adalah Andri Wahyudin. “Setelah ada budidaya lele masyarakat segan untuk membuang sampah ke dalam air lagi. Sampah penduduk ditampung di bak sampah di pinggir kolam. Ada warga yang bertugas mengangkutnya,” jelas Andri saat jumpa saya di Semarang beberapa waktu yang lalu.

Tahun pertama masih merugi, dua tahun berikutnya mulailah keuntungan didapat. Mereka mulai menemukan formula yang tepat untuk membudidayakan ikan lele di atas genangan-genangan air itu. Yang mereka pilih adalah sistem jaring apung atau waring yang diperoleh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Andri Wahyudin, penggerak “Komunitas Kapuk” memperlihatkan lele hasil budidaya di Kapuk Muara, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. (Feri Latief/National Geographic)

Andri Wahyudin, penggerak “Komunitas Kapuk” memperlihatkan lele hasil budidaya di Kapuk Muara, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. (Feri Latief/National Geographic)

Sekarang, berton-ton lele bisa dihasilkan dari tempat ini. Untuk menjamin rutinitas produksi, panennya pun bisa diatur dan direncanakan. Lingkungan yang dulu kumuh menjadi bersih, masyarakat bisa berswadana membangun jembatan dan jalan kecil di kampung. Kini mereka memiliki koperasi dan kelompok budidaya perikanan berbadan hukum. Dan berbagai produk turunan dari lele terus diuji cobakan. Kampung ini telah menjadi kampung lele.

Budidaya lele telah mengantar mereka membangun kampung menjadi lebih hidup. Bank sampah didirikan, begitu juga pendidikan anak di bawah lima tahun. Inovasi terus berlanjut, sekarang merambah ke komunitas kawasan. Mereka mulai memikirkan mangrove yang ada di pinggir pantai. Kampung menjadi lebih hidup, kebersamaan dan semangat masyarakat semakin meningkat. Banjir yang dulunya musibah sekarang menjadi berkah.

Andri Wahyudin adalah salah satu contoh penggerak jenius lokal. Ia bisa menyulap lingkungan tempat tinggalnya menjadi sesuatu yang bernilai, punya arti, menambah penghasilan warga, mendorong kebersamaan warga dan manfaat lain yang tak cukup untuk dituliskan di tulisan ini.

Kami, Komunitas SuksesMulia sedang mencari dan ingin mengembangkan berbagai jenius lokal yang ada di Indonesia. Kami berharap, dari program ini akan lahir bibit-bibit pembaharu Indonesia yang bersedia berpeluh mengembalikan takdir sebagai bangsa yang besar. Info lebih lanjut dapat menghubungi saudara Imaduddin Shobir di 021-781-3030 atau 0855-7200-485. Info lebih lanjut klik: www.JeniusLokal.com

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di FB

Bagikan:

2 thoughts on “Andri Wahyudin Penggerak Komunitas Kapuk”

  1. EventJogja.Com says:

    benar2 mengabdi untuk lingkungan, ilmunya menarik dan layak dibagikan dalam bentuk tulisan buku ^^

  2. mona melinda says:

    kerON…… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.