Anakku, I Love You

Sabtu, 5 Mei, anak saya Hana Fadhila Firdausi (Hana) berulang tahun yang ke-12. Kami punya tradisi tersendiri untuk merayakan ulang tahun:  Makan bersama di salah satu restoran. Sebelum makan-makan setiap anggota keluarga memberi masukan, kritikan serta nasihat kepada yang berulang tahun. Setelah itu, yang berulang tahun mengungkapkan isi hati dan impian-impiannya satu tahun ke depan.  Sebelum makan bersama saya memimpin doa untuk yang berulang tahun.

Tradisi ini sudah lama kami jalankan dan selalu dihadiri lengkap anggota keluarga kami.  Hanya untuk ulang tahun Hana kali ini dua kakaknya, yaitu Nadhira dan Asa, tidak bisa ikut karena mereka sedang berada di Jerman.

Saat acara berlangsung, anak saya yang bungsu Izul terus meneteskan air mata disertai  raut muka yang sedih. Tentu hal ini menganggu keceriaan acara. Karena diminta bicara, tidak mau.  Ditawari makan dan minum, tidak mau. Di ajak bicara justru air matanya semakin deras.

Melihat situasi seperti ini, Izul saya peluk dan kemudian saya bertanya, “Mas Izul kenapa? Marah sama bapak?” Dia menggelengkan kepalanya dan menangisnya semakin kencang. Sayapun melanjutkan pertanyaan, “Mas Izul marah sama mama?” Iapun menggelengkan kepala sambil terus menagis.

Sembari terus memeluk saya berkata, “Kenapa mas, kalau mas Izul gak ngomong bapak gak ngerti. Kenapa kamu nangis sayang?”  Dengan terisak ia menjawab, “Izul kangen sama mbak Dhira dan mas Asa. Biasanya kalau acara ulang tahun khan mbak Dhira sama mas Asa ikut, tapi hari ini mereka gak ada. Izul kangen pak.”

Mendengar jawaban Izul sayapun akhirnya ikut menangis.  Dengan terisak saya berkata, “Bapak juga kangen. Pasti mbak Dhira dan mas Asa kangen juga sama kita. Sekarang supaya mbak Hana yang ulang tahun senang mas Izul gak boleh nangis ya.” Kamipun saling berpelukan semakin erat.

Begitulah, terkadang pikiran anak itu di luar yang kita duga. Sehinga, agar tidak salah menanggapi dan memberi perlakuan kita harus bertanya dan mengajak mereka untuk bicara. I love you anak-anakku…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Anakku, I Love You
Bagikan:

24 thoughts on “Anakku, I Love You”

  1. mantap kek

    kpn ya punya anak???

    hahaha

    @dr_want

  2. Abyan says:

    Subhanalloh…segala sesutunya kalo dikomunikasikan dengan baik dan dengan hati, kembalinya pun akan ke hati juga…kebiasaan baik dan sudah mendarah daging, senantiasa akan memberikan kenangan yang indah dan sangat menyentuh..semoga keluarga Bp. Jamil senantiasa dalam keberkahan-Nya…jzklh…

  3. baca pagi2 bikin kangen emak.. 🙁

  4. Su'udah Yusuf says:

    so sweet…sarapan paginya haru ikut meneteskan air mata…

  5. Anggit Setyaningsih says:

    Kurindukan keluarga yg spt itu #eh 😀
    Bener, komunikasi itu yg trpenting 🙂
    Selamat ulang tahun Hana, smg mjd anak yg sukses & sllu berbakti pd ortu..

  6. Denny Dachlan says:

    So Inspired Pak Guru..
    Jadi kangen n Pengen Punya Anak lagi.. 🙂

  7. Bang Tono says:

    selamat ultah Hana, semoga kelak kau lebih hebat dari bapakmu..

  8. Pratama Puji Widiyanto says:

    Sarapan Pagi yang menginspirasi, Selamat Ulang tahun Mbak Hana, semoga menjadi anak yg Sholehah dan Berbakti pada orang tua, Nusa Bangsa dan Agama. Salam Sukses Mulia 🙂

  9. Terima ksih semuanya, saya doakan semua punya anak yang soleh dan solehah. Khusus untuk pa Denny cari dulu pabriknya kalau mau punya anak lagi, hehehehe

  10. tradisi yang baik dan suasana keluarga yang patut di contoh… nice story..

  11. setiawan says:

    Semoga keberkahan dan keselamatan selalu tercurah pada keluarga kita Aamiin Yaa Allah

  12. @mekoh1268 says:

    Mungkin mulai tahun ini saya akan akan merasakan seperti apa yg dirasakan Guru dan mas Izul
    Karena anakku yg no 2 sedang tes untuk masuk smkdt di bandung
    Sementara yg no 1, tahun depan akan ke International Islamic Banking University di Malaysia
    Sedangkan yg no 3 seusia dengan mas Izul, masih SD.

    Membayangkannya saja sudah berkaca-kaca mata saya.

    Tp seperti Guru itu akan saya hadapi demi Cita-Cita kami…….

    Terima Kasih Guru……

  13. teti purwasih says:

    Barokallah fiik……terharu jadi nangis juga Mas….

  14. Selamat Ulang Tahun Hana…
    Semoga diberi umur panjang, Sehat selalu, rizki yang berlimpah dan mendapatkan yang terbaik dari apa yang diinginkan Hana.

    Untuk keluarga Pak Jamil, Semoga ulang tahun Hana makin membawa keberkahan kepada seluruh anggota keluarga.

    amin, yaa robbal’alamiin

    Salam SuksesMulia

    sent via: http://brainmindtohappiness.wordpress.com/2012/05/01/ciptakan-kebahagiaan/

  15. iwan says:

    Salam. Afwan ustad, bukankah perayaan ulang tahun tidak diperbolehkan dalam ajaran Islam? Mungkin maksudnya tasyakuran ya?

  16. Evi says:

    Ikut terharu membacanya. Selamat ulang tahun utk Mb Hana. Dan utk Mas Izul, yg sabar ya mas.

  17. anissa rizky purnama says:

    jadi pengen punya anak baca ini ;””))

  18. Rudy Aryanto says:

    So sweet.. keluarga idaman.

  19. ikutan nangis juga bacanyaa…
    abaaangg, mb dhira juga kangen abaanggg…
    suka sedih klo ngeliat hüseyin sama asiyla dipeluk kakaknya. jd inget abang sama hanaa. hiks

    kangen bapak, kangan mama, kangen hana, kangen abang fikar, kangen semuaaaa… T,T

    jangan nangis lagi dong, abang sayaangg… waktu cepat berlalu kok, nanti juga tiba2 mb dhira sama mas asa udah pulang lagi aja ke rumah. tunggu ya, sayang 🙂

    Salam Kangen,
    Mb dhira 🙂

  20. afina yanur says:

    hmhm…. pengen bisa deket sama orang tua…
    gi mana mulainya y…

  21. Lydia Amrina says:

    udah hampir sebulan ini g buka webnya pak jamil, hy mengikuti di tweeter, pas buka ada artikel ini, langsung meneteskan air mata, semoga saya dan suami juga bs mendidik anak2 kami menjadi anak yg soleh dan soleha..TFS ya pak

  22. Kalau setiap keluarga menerapkan cara berkomunikasi semacam ini, ada dialog terbuka, menyampaikan keinginan dan kritik. Insya Allah Indonesia di masa datang jadi negara yang makmur, aman tentram. Aamiin Ya robbal alamin. Salam sukses mulia

  23. usman says:

    jd terharu bacanya, saya smpe menitikan airmata.
    Buat : mamah & karan (anakku). I love U. Ayah sayang kalian.

    Terimakasih kek atas inspirasinya.

  24. Susi says:

    read this made ​​me have to shed tears…barakallahufiik

Leave a Reply

Your email address will not be published.