Anakku, Allah Selalu Bersamamu

Tepat 19 tahun yang lalu kau terlahir di muka bumi. Saat itu bapak ingin membawamu ke dokter, tetapi apa daya bapak tak punya uang yang cukup. Akhirnya kau dilahirkan di bidan Enida, Darmaga, Bogor. Namun itu masih lebih baik dibandingkan kakakmu yang lahir dengan ditolong dukun bayi. Hehehe…

Hari ini, 13 Januari 2013, kau jauh di Berlin. Bapak ingin memelukmu erat-erat sebagai bukti bahwa bapak sangat bangga denganmu. Namun, beda benua yang memisahkan jarak antar kita membuat bapak hanya bisa membayangkan memelukmu dengan penuh kehangatan disertai air mata yang mengalir seolah tak mau berhenti. I miss you anakku…

Seperti biasa, apabila ada anggota keluarga kita berulang tahun bapak selalu memberi “wejangan”. Kali ini, khusus buatmu, kebiasaan itu bapak tuliskan di web ini. Bapak tak hadir di hadapanmu, tetapi percayalah nama dan wajahmu selalu hadir dalam doa-doa yang bapak panjatkan. Saat bapak menuliskan inipun, wajah gantengmu, wajah lucumu dan wajah usilmu seolah hadir di depan bapak…

Anakku, kita datang dari Allah, akan kembali ke Allah, maka pastikan hidupmu selalu mendapat ridho dari Allah. Cinta Allah adalah segalanya dalam hidup. Ingatlah kata kakakmu Nadhira, “Biarlah kita kehilangan sesuatu karena Allah, jangan sampai kita kehilangan Allah karena sesuatu.” Kesedihan bukanlah karena kau tak bisa mendapatkan yang kau inginkan, tetapi kesedihan itu tatkala kita jauh dari Allah.

Anakku, bapak tahu kau cerdas. IQ-mu di atas rata-rata. Tapi jangan sampai karena itu kau hanya mengejar nilai akademik. Hidup bukan hanya tentang dirimu. Kakakmu mencintaimu, adik-adikmu mengidolakanmu. Hidup juga tentang sahabatmu, negerimu dan juga agamamu. Berikanlah selalu yang terbaik untuk semua itu.

Anakku, wujudkanlah proposal hidupmu. Kau calon pemimpin masa depan, biasakanlah mengerjakan sesuatu yang prioritas, dalam agama sibukkan dengan yang wajib dan sunnah. Jangan buang-buang waktu percuma untuk kegiatan yang tiada manfaat dunia dan akhirat. Hidup hanya sebentar, banyak hal positif yang masih belum kau kerjakan.

Terakhir, bapak dan mama tidak bisa menjaga mbak Dhira di Hanover. Bapak titipkan kakakmu di sana. Kau anak laki-laki tertua maka kaulah yang menjaga kakak dan adik-adikmu saat kau di dekatnya. Sediakan waktu untuk kakakmu. Berdiskusi dan saling bahu membahulah dengan kakakmu.

Selamat ulang tahun anakku Ahmad Sholahuddin Annabhani (Asa). Semoga kau semakin dicintai penduduk langit dan mampu mewujudkan mimpi-mimpi hidupmu. I love you…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

3 thoughts on “Anakku, Allah Selalu Bersamamu”

  1. chea says:

    mengharukan sekali.:,(

  2. Hilwatun Nusroh says:

    Subhanallah, terharu….

Leave a Reply

Your email address will not be published.