Aku Menikahimu Karena Hatimu

hatimu.jpg

Bagi seorang trainer, wajib hukumnya menyiapkan materi training yang mampu menjawab tiga pertanyaan ini: Why, what dan how.

Why berguna untuk menciptakan kondisi bahwa yang memerlukan training itu peserta bukan trainer. What agar peserta tidak salah paham tentang makna dan pesan yang trainer sampaikan. How agar peserta tahu bagaimana cara mengaplikasikan materi training dalam kehidupan sehari-hari.

What yang tidak jelas dan how yang kurang dipahami bisa dimaknai keliru bagi penerima pesan. Contoh, seorang trainer mengajarkan bahwa hidup itu harus pasrah agar hidup menjadi lebih ringan.

Beberapa bulan kemudian, salah satu peserta training ini berjumpa dengan trainernya dan berkata, “Benar kata bapak, setelah saya pasrahkan anak-anak saya kepada mertua, hidup menjadi lebih ringan.” Hehehe… Jangan ditiru, ya.

Demikian pula halnya bila ada orang menyampaikan sesuatu kepada Anda, perlu ada kesamaan persepsi dan makna tentang apa yang disampaikan agar tidak timbul kesalahpahaman di kemudian hari.

Alkisah, seorang pemuda belia rela menikah dengan seorang janda kaya raya yang sudah punya anak tiga. Peristiwa pernikahan itu menjadi berita utama berbagai media.

Saat bulan madu sang janda bertanya kepada pemuda itu, “Benarkah kau menikahiku karena HATIku?” Pemuda itu menjawab, “Ya benar, seratus persen aku menikahimu karena HATImu.”

Pernikahan tersebut membuat popularitas anak muda ini terus melejit. Beberapa tahun kemudian akhirnya ia menjadi selebritis baru. Ia semakin populer dan kaya.

Sementara sang istri makin royal saja kepadanya. Ia membelikan rumah, mobil dan memberikan beberapa perusahaan kepada suami barunya ini.

Entah karena peristiwa apa, tiba-tiba laki-laki ini meninggalkan sang istri. Ia ingin pisah rumah.

Sang istri kemudian menelepon suaminya yang usianya jauh lebih muda itu. “Mas, dulu kamu mengatakan bahwa kau mencintaiku karena HATIku, saya terus berusaha memperbaiki akhlakku dan menjauhkan penyakit-penyakit HATI dari diriku. Tetapi kenapa kamu malah pergi meninggalkan aku. Kamu pembohong.”

Dari balik telpon sang suami menjawab, “Aku gak bohong, kok. Aku menikahimu memang karena HATImu. Kamu tahu gak sih artinya HATI. Bagiku HATI itu singkatan dari Hartamu, ATMmu, Tabunganmu dan Isi dompetmu. Itulah kepanjangan HATI. Aku gak bohong, kan?”

Hehehe… Waspadalah para wanita. Dan, tahu dirilah wahai para pria…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

15 thoughts on “Aku Menikahimu Karena Hatimu”

  1. Anonymous says:

    Ko aku malah ngerasa kek lagi baca infotainment yaa.. Hahaa

    1. Jamil Azzaini says:

      Khan emang kalau hari jumat Infotainment 🙂

  2. robin says:

    Pak jamil sedang nonton sinetron indonesia. Tapi saya naksir Nadhira, karena tidak pernah pacaran, kayaknya sholekhaaaaaahh benget gitu lho. Kalau ini benar, bukan HATI seperti cerita ini, hehehe…..

    1. Jamil Azzaini says:

      Silakan ikut seleksi lamaran 😉

  3. ali samsudin says:

    tidak bisa membuat saya tertawa kek

    1. Jamil Azzaini says:

      Kadang2 memang sulit membuat orang lain tertawa 🙂

  4. Muhammad Arif Romadhoni says:

    hehe… lumayan bisa nglebarin mulut.. 😀
    terimakasih bapak..
    salam sukses selalu.
    barakallahu fikum

    1. Jamil Azzaini says:

      Salam SuksesMulia

  5. Muhammad Rifqi Saifudin says:

    Kalau dibaca sama orang yang salah malah jadiin ini referensi buat gombalan baru nih xD

    1. Jamil Azzaini says:

      Hayo jangan dipraktekkin 🙂

  6. Selamet HARIADI Online Strategist says:

    hehe…

  7. nanang nugraha says:

    heheheheh…..

  8. rifa says:

    kek… bgimana cara mmbri pljran laki2 yg mnkhi wnta hnya krna hrta

  9. Ahmad Syukri says:

    Muantaap tuliasnnya kek…

  10. mas shohib khan says:

    hmmmmm…..
    boleh…boleh….boleh….
    nikah niat untuk ibadah rupanya tiada tandingannya…segalanya bisa jadi amal sholeh.
    tp klo karna harta….segalanya bisa jadi amsiong.

Leave a Reply

Your email address will not be published.