Abu Nawas Memang Cerdas

maling.jpg

Abu Nawas memang fenomenal dan jadi bahan cerita turun temurun yang tiada pernah terputus. Apakah sosok Abu Nawas benar-benar ada? Saya belum pernah melakukan riset dan kajian sejarah tentang hal itu. Namun, yang pasti, dalam cerita Abu Nawas selalu ada hikmah yang bisa kita petik. Salah satunya saya dapat dari cerita Abu Nawas menangkap pencuri.

Alkisah, di suatu kampung yang nyaman dan tentram serta aman tiba-tiba ada pencurian emas dalam jumlah yang sangat besar. Berbagai sayembara diadakan untuk menangkap pencuri, tapi siapa pencurinya tidak terungkap. Setelah berhari-hari pencuri emas merasa aman dan tidak mungkin tertangkap.

Akhirnya, pimpinan kampung itu mengundang Abu Nawas. Penduduk kampung yang sudah dewasa ikut pula diundang. Mereka dikumpulkan di lapangan terbuka, termasuk sang pencuri. Setelah semua berkumpul, Abu Nawas memberikan satu tongkat kepada semua yang hadir.

Abu Nawas kemudian menyampaikan sambutan, “Tongkat yang Anda pegang sudah saya beri mantera, bagi Anda yang menjadi pencuri emas maka besok tongkatnya akan bertambah satu jengkal.” Para peserta pun akhirnya bubar. Bagi penduduk kampung yang tidak mencuri tentu tenang-tenang saja.

Tetapi bagi sang pencuri, ia sulit tidur semalaman. Namun, ia tidak kehabisan akal. Agar kedoknya tidak terbuka maka pencuri itu memotong satu jengkal tongkat yang ia terima dari Abu Nawas. Sang pencuri pun akhirnya tertidur.

Keesokan harinya, semua penduduk kampung menyerahkan tongkatnya kepada Abu Nawas. Sang pencuri membatin dalam hatinya, “Katanya Abu Nawas pinter, ternyata permainannya cuma cemen begini. Dia tidak tahu kalau tongkat ini sudah bertambah satu jengkal kemudian aku potong satu jengkal. Saya memang pencuri ulung.”

Satu per satu penduduk kampung menyerahkan tongkatnya. Begitu tongkat sang pencuri diterima oleh Abu Nawas maka seketika itu Abu Nawas berkata, “Tangkap dia, lelaki ini adalah pencurinya.” Yang hadir terkejut dan bertanya, “Dari mana Anda tahu bahwa lelaki ini pencurinya?” Abu Nawas menjawab sambil tersenyum, “Karena tongkatnya satu jengkal lebih pendek dibandingkan dengan yang lain.”

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

2 thoughts on “Abu Nawas Memang Cerdas”

  1. isya julianto says:

    Cerdas abu nawas

  2. eka says:

    Lucu ya kek cerdas banget idenya.. seperti kancil

Leave a Reply

Your email address will not be published.