Fear of Success

Jika ada orang yang takut gagal, mungkin sudah biasa. Tetapi jika ada orang yang justru takut sukses, bagaimana pendapat Anda? Dalam istilah psikologi fenomena takut sukses ini dikenal dengan istilah “fear of success”. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa fear of success bisa terjadi pada siapa saja, laki-laki maupun perempuan. Lalu, mengapa orang bisa mengalami fear of success?

Sukses menjadi sesuatu yang menakutkan manakala sukses melibatkan perubahan yang dalam hal ini menjadi sumber ketakutan atau kekhawatiran bagi orang yang takut sukses. Perubahan tantangan dan tanggung jawab yang semakin meningkat, misalnya, membuat mereka khawatir tidak akan sanggup mengatasinya.

Pada kaum perempuan, takut sukses menghinggapi mereka yang khawatir jika perubahan status atau posisinya akan melebihi status atau posisi pasangannya. Itu sebabnya, menurut hasil penelitian, sebagian perempuan bekerja yang berpotensi besar untuk sukses dan menduduki posisi puncak cenderung enggan bahkan menarik diri jika pasangan mereka hanyalah karyawan level biasa-biasa saja.

Apakah fear of success berdampak negatif bagi Anda? Ya!

Dampak negatif tersebut antara lain menjadikan berkurangnya usaha dalam mencapai keinginan, target atau cita-cita yang sudah Anda tetapkan. Anda kehilangan gairah dan semangat untuk tumbuh, berhasil dan berprestasi. Dampak negatif lainnya adalah munculnya tindakan yang merusak diri sendiri, dalam arti kinerja atau prestasi yang sesungguhnya bisa Anda raih tetapi Anda gagal meraihnya. Dengan kata lain, Anda mengalami underachievement atau pencapaian prestasi yang merosot hingga di bawah rata-rata.

Insan SuksesMulia, hidup hanya satu kali, maka hiduplah dengan penuh, hiduplah berarti, hiduplah dengan semangat meraih kesuksesan sekaligus kemuliaan. Percayalah, orang yang berani sukses hidupnya lebih terhormat dibandingkan mereka yang takut sukses…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @jamilazzaini

Bagikan:

3 thoughts on “Fear of Success”

  1. kuma says:

    Khawatir jika kesuksesan diluar yg otomatis menuntut tanggungjawab lebih akan mengalahkan tugas utama ibu di rumah tangga. terutama perawatan-pendidikan anak.

    Bagaimana menurut P Jamil?

  2. Harus pintar membagi waktu, dan lakukan modus SuksesMulia, seperti dibuku DNA SuksesMulia, terima kasih

  3. muhammad maliki says:

    trimakasi atas artikel nya pak..sungguh sangat bermanfaat..:)

Leave a Reply

Your email address will not be published.